LANGIT7.ID, Kediri - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengaku terkesan dengan kehidupan para santri. Ia juga mengakui para santri tidak mengalami ketertinggalan pelajaran atau learning loss.
"Saya menyadari, santri tidak pernah PJJ (pembelajaran jarak jauh). Jadi mereka melewati pandemi ini tidak mengalami ketertinggalan pembelajaran atau learning loss," kata Nadiem saat berkunjung ke tiga pesantren di Jawa Timur yakni Lirboyo, Ploso, dan Tebuireng beberapa waktu lalu, dikutip laman NU, Sabtu (6/11/2021).
Nadiem merasa kaget dan takjub dengan dunia pesantren ketika melihat semangat para santri. Ia menyebut semangat itu tak didapatkan saat berkunjung ke lembaga pendidikan lain.
"Saya melihat wajah para santri yang senyum ceria. Karena kalau saya ke tempat-tempat lain wajahnya kadang masih stres karena adaptasi," ucap Nadiem.
Menurut dia, model pesantren memiliki resiliensi atau kemampuan mental dan emosional untuk mengatasi krisis yang sangat tinggi. Pesantren memiliki keunggulan tersendiri di masa pandemi ini.
"Karena mereka tidak mengalami trauma dari learning loss dari PJJ. Itu merupakan satu hal kekuatan dari model pesantren," ucapnya.
Di sisi lain, Nadiem memiliki kesan tersendiri ketika berbincang-bincang dengan para kiai yang sangat terbuka dan memiliki selera humor tinggi. Bahkan, ia mengapresiasi budaya pesantren atau cara kiai dalam mengkritik kebijakan pemerintah dan berbagai kelemahan dari sistem pendidikan Indonesia.
"Saya tidak bisa menahan diri, cekikikan terus ketika berbicara dengan para kiai di situ. Karena diskusinya sangat intelektual tetapi sangat lucu. Jadi jenis-jenis cara mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah sangat transparan dan mengakui berbagai macam kelemahan dari sistem pendidikan kita," ucap Nadiem.
(jqf)