Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya mendukung program Spice Up The World. Di mana program ini mengenalkan kuliner Indonesia ke seluruh dunia yang khas dengan bumbu atau rempah-rempahnya.
Ia meyakini, melalui program ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang kuliner. Terutama perkembangan restoran asli Indonesia di luar negeri.
“Tentu selain mempromosikan kuliner, tujuannya adalah membuka seluas-luasnya peluang usaha, dan menaikkan kelas UMKM di bidang kuliner,” kata dia seperti ditulis diakun instagramnya.
Hal yang paling penting, kata Sandi, adalah bangga buatan Indonesia, yang menjadi gerakan produk Indonesia yang merajai ekspor. Pihaknya akan berusaha memberikan kemudahan agar para pelaku usaha bisa menangkap peluang untuk menjadi pemenang.
“Karena ada negara lain yang vaksinasinya sudah tinggi mereka ekonominya bergerak. Produk yang dibutuhkan itu justru produk berkualitas dari Indonesia,” katanya.
Sandi mengatakan, banyak dari produk kreatif Indonesia yang diminati di mancanegara. Sehingga ia merasa perlu untuk mendorong hal ini agar bisa terealisasi dengan baik.
Ia mengaku, program Spice Up The Wolrd ini merupakan arahan yang diterimanya dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto. Hal ini dilakukan, karena melihat produk pangan Indonesia yang banyak diminati di luar negeri.
Selain itu, pemerintah juga akan berfokus pada wisatawan nusantara yang turut menyumbang USD11,8 miliar atau setara Rp171,1 triliun devisa yang dikeluarkan untuk berwisata di luar negeri. Sehingga ia akan mengarahkan wisatawan Indonesia agar bisa berwisata di tanah air, melalui lima destinasi wisata super prioritas yang telah disiapkan, yakni Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.
“Apalagi kita menjadi tuan rumah dan Presiden G20, kita gunakan kesempatan ini untuk membuka kembali perekonomian dalam sektor pariwisata khususnya, yang akan dilakukan di Bali pada awal Desember mendatang,” imbuhnya.
“Kami optimis pada saat itu kita akan menjadi negara yang memiliki tujuan pariwisata berkelas dunia yang berkualitas,” imbuhnya.
(zul)