LANGIT7.ID, Jakarta - Hendy Setiono pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang kini sukses hingga mancanegara. Bahkan usaha kebabnya kini sudah berada di 10 negara dengan lebih 1000 gerai.
Tidak cukup di situ, kesuksesan dari bisnis kebab membuatnya tertarik membuka lagi usaha yang juga bergerak di bidang kuliner. Ngikan Yuk, ialah bisnis kuliner yang kembali dihadirkan Hendy pada 2019 lalu.
Awal membuka gerai pertama Ngikan Yuk di Tebet, orang-orang berangsur datang untuk membeli produk makanannya. Bahkan antrean kala itu hingga mencapai tiga jam.
Lantas apa yang membuat bisnis Hendy ini kian ramai pembeli bahkan saat perdana dibuka? Simak strategi bisnis Hendy yang sudah Langit7 rangkum.
RisetUntuk memulai sebuah bisnis usaha, perlu pemahaman yang mumpuni dalam menguasai seluk beluk usaha yang akan dilakukan. Begitu juga Hendy Setiono, sang Raja Kebab, yang kini juga memiliki usaha lain, yaitu Ngikan Yuk.
Walaupun usaha baru miliknya ini sama-sama bergerak di bidang kuliner, Hendy mengaku tetap mencari ilmu kepada yang sudah berpengalaman. Menurutnya hal ini penting dilakukan untuk menentukan ke arah mana nantinya usaha tersebut akan menyasar.
“Saya juga sama, dalam hal ini saya masih menggunakan jasa brand consuiltant,” kata dia dikanal Youtube Dodi Zulkifli.
Amati Tiru Modifikasi (ATM)Hendy mengatatan saat membuka usaha Ngikan Yuk pada 2019 lalu, pasar Food and Beverage (F&B) masih kental dengan menjamurnya gerai ayam geprek.
Dari pengamatannya, konsumen ayam geprek menyukai paket menu, ayam goreng krispi, nasi, dan sambal dengan harga terjangkau. Lantas ia memodifikasinya dengan mengganti ayam goreng tepung menjadi ikan goreng tepung sebagai paket menu dari brand barunya.
“Kalau saya masuk di kategori ayam geprek lagi, itu berarti saya menjadi pengikut, tidak bisa berdiri. Saya harus keluar dengan konsep yang baru,” jelasnya.
Pikirkan Strategi PemasaranHendy mengatakan, untuk strategi bisnisnya ia berharap ada sesuatu yang berbeda terkait pemasaran produknya. Hingga ia memutuskan untuk bekerjasama dengan influencer Rachel Venya, dan terbukti dari gerai kontainer Ngikan Yuk pertama di Tebet, antriannya meledak hingga mencapai tiga jam.
Data riset dan kombinasi yang tepat dari jasa konsultan dan strategi pemasaran yang tepat juga dikemas dengan baik, Hendy mengaku minat masyarakat di luar dari ekspektasinya. Formula ini, kata dia, sudah dilakukannya sejak membuka usaha Kebab Turki Baba Rafi pada 2003.
Mungkin sekilas, apa yang dilakukan Hendy ini terkesan sepele. Bisnis Ngikan Yuk yang sebagian orang anggap adalah Ikan Geprek, dibalik itu semua ada pertimbangan matang yang dilakukan Hendy mulai perencanaan hingga pemasarannya.
(zul)