Anggota DPR Minta Kelangkaan BBM di Papua Tak Berlarut
fajar adhityaSenin, 08 November 2021 - 17:35 WIB
Pelaku UMKM di PON XX, Papua. Foto: istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua yang menyebabkan naiknya harga jual hingga Rp 50 ribu/liter mendapat tanggapan dari Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto. Menurut dia, pemerintah harus segera perintahkan Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menstabilkan pasokan BBM di Papua agar harga bisa terkendali.
"Jangan sampai kelangkaan ini berlarut sehingga mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat di Papua," ujar Mulyanto dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).
Mulyanto menjelaskan, Pemerintah, BPH Migas, dan Pertamina harus serius menyelesaikan masalah ini dan segera menjelaskan kepada publik kenapa hal ini terjadi.
Ia minta Pemerintah transparan mengenai penyebab kelangkaan pasokan BBM di Papua. Apakah karena ulah mafia penimbun BBM atau memang karena kemampuan distribusi Pertamina yang lemah.
"Soal kelangkaan yang memicu harga menjadi tidak normal ini sudah sering terjadi. Bahkan keluhan masyarakat baik di Jawa maupun luar Jawa atas hilangnya Pertalite dari pasaran juga belum terselesaikan," ujarnya.
Menurut dia, Pertamina jangan sekedar mewacanakan kenaikan harga BBM, namun tidak menyelesaikan soal kelangkaan tersebut. "Ini kan terkesan, Pemerintah hanya sekedar mengambil solusi mudah yang ujung-ujungnya mengorbankan rakyat dengan harga BBM mahal," katanya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”