LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, menyatakan jika keberadaan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang menyusahkan masyarakat kecil saat ini sudah mengkhawatirkan. Ia pun menyebut negara harus adil dalam hal ini.
Menurutnya, pemerintah harus bisa menyikapi maraknya keberadaan Pinjol ilegal tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan memperkuat PT Permodalan Nasional Mardani (PNM) dan koperasi.
"Maraknya pinjol karena rakyat kecil butuh uang cepat, mudah, dan dekat. Bagaimana solusinya? Kita kuatkan PNM dan koperasi," kata Gobel dalam keterangan persnya, Ahad (7/11).
Mantan Menteri Perdagangan 2014-2019 itu mengatakan saat ini banyak rakyat kecil yang terjerat pinjol ilegal dengan bunga mencekik hingga ancaman teror. Hal ini yang kemudian membuat Polri turun tangan dan menangkap para pengelola pinjol ilegal.
Baca juga:
Kisruh Pinjol, Anggota DPR: Perlu Pembenahan Komprehensif Institusi OJKBerdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 107 pinjol legal dan 3.365 pinjol ilegal yang sudah ditutup. Namun, sebagian server (peladen) pinjol ilegal ini berada di luar negeri, sehingga bisa dengan mudah muncul kembali dengan nama yang berbeda.
"Oleh karena itu, selain menutup website pinjol ilegal, pemerintah juga perlu menindak pengelolanya secara pidana. Kita apresiasi atas semua langkah yang telah dilakukan OJK, Polri, dan pemerintah atas semua langkah yang telah dilakukan," ujarnya.
Selain tindakan represif, Gobel menyebut harus diimbangi dengan tindakan kuratif sehingga akar permasalahan bisa diselesaikan secara cepat, mudah, dan mendekat.
Untuk itu, Gobel menyarankan agar pemerintah memperkuat PNM dan koperasi. Terlebih, Presiden Jokowi telah memuji peran PMN dalam forum G20 di Roma beberapa waktu lalu.
Baca juga:
Pinjol Ilegal, Dasad Latif : Hutang Boleh, Asal Tidak Riba"Jika ada tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) maka berikan pada PNM ini, bukan untuk kereta cepat. Mereka terbukti efektif. Untuk Program Mekaar saja, yang disebut Pak Presiden di Roma, PNM memiliki 44 ribu tenaga pendamping," ungkapnya.
Menurut Gobel, PNM tak hanya menyalurkan kredit tapi juga melakukan pendampingan, termasuk perlu adanya penguatan pembiayaan untuk koperasi.
"Bikin koperasi hingga ke tingkat desa, sudah banyak koperasi yang sudah terbukti sehat dan efektif. Salurkan lewat mereka juga," saran Gobel.
Pekerjaan lain yang juga harus juga dilakukan adalah write off dan hapus tagih terhadap kredit macet UMKM yang di bawah Rp10 juta, serta melakukan pembinaan dan pendampingan koperasi agar manajemen, akuntansi, dan pengelolaan keuangannya rapi sehingga kuat, dan berkembang.
(sof)