LANGIT7.ID, Jakarta - - Andika Perkasa mulai dikenal publik luas Indonesia saat menjadi pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam. Kini, Jokowi kembali mempercayai Andika dengan menunjuknya menjadi calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Langit7.id coba merangkum profil calon pimpinan baru TNI ini sebagai berikut:1. KeluargaPria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964 ini merupakan menantu dari Mantan Kepala Bandan Intelejen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono, yang terkenal sebagai ikon pasukan elit Kopasshanda atau Kopassus kini.
Andika menikahi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono atau akrab disapa Hetty 29 tahun yang lalu, dari pernikahan tersebut Andika dan Hetty dikaruniai seorang anak bernama Alex Perkas. Kini, Andika telah memiliki seorang cucu dari anaknya itu.
Baca juga: Anggota DPR Beberkan Sejumlah Tantangan Panglima TNI Baru2. Pendidikan Andika pernah mengenyam pendidikan strata S1 jurusan ekonomi di dalam negeri. Kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya di Amerika Serikat.
Beliau mengenyam pendidikan Magister dan mendapat tiga gelar sekaligus, yakni MA, MSc, dan Mphil dari dari Norwich University, Nasional Defense University dan Harvard University. Kemudian Andika menyelesaikan S3 nya di The George Washington University dan mendapat gelar PhD.
Selain pendidikan akademik, Andika juga mengenyam pendidikan Militer. Beliau lulus Akademi Militer pada tahun 1987 dan pernah belajar di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), dan Lembaga Ketahanan nasional (Lemhannas RI).
Baca juga: Pengamat Militer: 5 Fokus TNI di Bawah Andika Perkasa3. Jejak Karir Mengawali karir sebagai Perwira Pertama Infanteri di jajaran Korps Baret Merah (Kopassus) selama 12 tahun setelah itu Andika ditugaskan di Departemen Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD, kemudian kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Shandi Prayuda Utama.
Pada tahun 2010 -2013 Andika menjadi Sekertaris Pribadi (Sespri) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, kemudian Komandan Resimen Induk (Darindam) Kodam Jaya (2011) kemudian Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam 1/Bukit Barisan (2012). Pada periode ini pangkatnya naik menjadi Kolonel.
Karir Andika terus menanjak hingga dipercaya Presiden Jokowi sebagai Komandan Pasukan Pengawal Presiden (Danpaspampres) pada awal masa kepemimpinan Jokowi 2014 silam. Pangkatnya kemudian naik menjadi Mayor Jenderal.
Di tahun 2018, Andika diangkat menjadi Letnan Jenderal dengan jabatannya sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklanad) pada tahun 2018. Puncaknya Andika Prakasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 2018 dan pangkatnya naik menjadi Jenderal.
Baca juga: Lulus Uji Kelayakan, Paripurna DPR Setujui Jenderal Andika sebagai Calon Panglima TNI4. Paspampres Hingga Panglima TNIPada 2014 silam, Indonesia dipimpin oleh Presiden baru, yakni Ir. Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla. Pada saat itu, Jokowi mempercayakan Brigadir Jenderal Andika Perkasa, menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).
Andika mengawal Presiden Jokowi selama 2 tahun dan jabatannya naik menjadi Mayor Jenderal. Di era Jokowi inilah nama Andika mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Pada tahun 2018 Andika dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Paskontrad) ia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur untuk maju pada pemilu gubernur Sumatera Utara. Beliau kemudian dilantik menjadi Kepada Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 22 November 2018.
Dengan segudang pengalaman dan pendidikan yang mumpuni yang dimiliki oleh Andika Perkasa, Presiden Jokowi menunjuknya sebagai menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memasuki pensiun pada bulan November 2021 ini.
Baca juga: Komisi I DPR Yakin Andika Perkasa Mampu Bawa TNI Lebih Profesional(asf)