Langit7, Jakarta - Wakil Presiden Maruf Amin memberikan dukungannya terkait rencana Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun Kawasan Industri Halal (KIH) guna mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Indonesia.
Hal itu disebutkan Maruf saat menerima audiensi dengan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di Jakarta, Selasa sore (9/11). Dalam pertemuan itu, Maruf menyebutkan bahwa sudah menjadi tugas pemerintah dalam mendorong pengembangan eksyar.
“Saya kira kita memang mendorong pertumbuhan KIH. Itu memang program pemerintah dan salah satu fokus dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kita,” ujarnya.
Baca juga: Maruf Amin Minta Penguatan Peran Perbankan Syariah Lewat SDM UnggulMeskipun di Jawa Timur sudah memiliki
KIH Safe n Lock Sidoarjo, tapi Maruf tetap memberikan dukungannya untuk mengembangkan KIH Gresik. Untuk itu, ia meminta Bupati Gresik untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur guna melengkapi segala persyaratan administratif.
“Saya kira koordinasi dengan Gubernur itu penting, dan kalau sudah memenuhi syarat (lanjut) ke Kementerian Perindustrian untuk memperoleh legalitasnya,” imbaunya.
Seperti diketahui, saat ini sudah terdapat tiga KIH yang telah memperoleh penetapan dari Kementerian Perindustrian. Di antaranya
Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Modern Cikande
Industrial Estate di Serang-Banten, dan Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan.
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaporkan kepada Maruf Amin bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bakal membangun KIH di lahan seluas 204 hektar di wilayah Kecamatan Sidayu, Manyar, dan Bungah.
Adapun pembangunan KIH ini, akan dilakukan bekerjasama dengan perusahaan Petrokimia dan Semen Gresik.
“Kerjasamanya nanti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan memasok produk ke KIH,” ucapnya.
Baca juga: Wapres Sebut Kemajuan Ekonomi Syariah Bisa Diwujudkan Lewat Perguruan TinggiFandi berencana bakal menjadikan KIH tersebut untuk target ekspor. Di mana pihaknyanjuga telah berkomunikasi dengan beberapa eksportir dari mancanegara, seperti eskportir sapi dari Brazil.
Selain itu, KIH Gresik salah satunya akan dijadikan tempat pengolahan daging sapi, mulai dari pemotongan hingga pengemasan untuk kemudian diekspor khususnya ke negara-negara muslim.
“Jadi nanti KIH akan mengambil sapi dari Brazil kemudian dipotong dan dipasarkan kembali ke negara-negara tetangga dan Timur Tengah,” jelasnya.
(zul)