LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian agama turut melibatkan remaja masjid dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Remaja masjid dinyatakan telah berperan besar dalam pengaturan jamaah dan fasilitas shalat di masjid.Hal itu dikatakan Kepala Seksi Kemakmuran Masjid Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Fakhry Affan pada acara Obsesi episode ke-55 bertema ‘Peran Remaja Masjid di Masa Pandemi Covid-19’, Senin (15/11/2021).
“Remaja masjid menjadi sentral dalam penanganan Covid-19, karena secara fisik, anak muda ini lebih power full, kondisi fisik yang masih kuat serta daya imun juga masih tinggi. Sehingga anak muda memang sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah,” katanya.
Baca Juga: Perpustakaan Masjid Al Akbar Surabaya Koleksi 13 Ribu Buku-Kitab Menurut Fakhry, remaja masjid sangat berperan dalam menerapkan surat edaran itu, misalnya seperti mengatur tanda pembatasan jarak jemaah, menyediakan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer bahkan penyemprotan cairan disinfektan.
“Remaja masjid juga sangat membantu dalam menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan di lingkungan masjid. Bahkan tidak sedikit remaja masjid menjadi sukarelawan dalam pemulasaraan jenazah Covid-19,” katanya.
Baca Juga: Serasa di Madinah, Ini Ornamen Area Wudhu Masjid di Blok M Square Fakhry menekankan bahwa remaja masjid tidak bisa dipisahkan dari masjid. Karena melalui generasi inilah, masjid akan tetap terjaga dan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan damai.
“Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa sendirian, harus dibantu oleh para takmir masjid dalam pemberdayaan anak-anak muda. Kita harus banyak melibatkan remaja masjid untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umat,” tuturnya.
Baca Juga: 6 Faktor Bangkitnya Dakwah Islam di Nusantara melalui OrmasBaca Juga: Hadirkan Hunian yang Homey dan Atraktif dengan 4 Model Armchair Ini!(zhd)