Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Milad ke-109, Muhammadiyah Ajak Bangun Optimisme Hadapi Covid-19

mahmuda attar hussein Kamis, 18 November 2021 - 12:00 WIB
Milad ke-109, Muhammadiyah Ajak Bangun Optimisme Hadapi Covid-19
Milad Muhammadiyah ke-109 yang dihadiri Presiden Jokowi. Foto: Muhammadiyah
Langit7, Jakarta - Hari ini, Milad Muhammadiyah ke-109. Muhammadiyah kembali mengingatkan pentingnya membangun optimisme hadapi Covid-19. Tanpa optimisme, kondisi Indonesia akan terus berdampak buruk baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan kejiwaan.

Meski akhir-akhir ini mulai mengalami penurunan, Muhammadiyah meminta semua pihak harus tetap waspada dan seksama. Pandemi ini belum dapat dipastikan kapan berakhir.

“Alhamdulillah kondisi Covid-19 di negeri ini mulai melandai di banding negara-negara lain. Indonesia termasuk negara yang berhasil menekan kasus Covid. Keberhasilan tersebut buah dari kesungguhan pemerintah dan peran kekuatan-kekuatan masyarakat antara lain Muhammadiyah yang sejak awal konsisten bergerak gigih menangani pandemi,” ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, seperti dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Kamis (18/11).

Baca juga: Lebih Dekat dengan Rasulullah Melalui Syamail Muhammadiyah

Haedar menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus bangkit dari pandemi dan sigap menyelesaikan masalah-masalah negeri. Indonesia memiliki potensi dan peluang yang positif untuk bangkit dari pandemi dan menyelesaikan persoalan negeri. Banyak potensi anak negeri yang hebat dan berprestasi di dalam negeri maupun mancanegara.

Kekayaan alam dan budaya Indonesia sangatlah kaya sebagai anugerah Tuhan. Indonesia tahun ini bahkan memperoleh kepercayaan dunia di mana Presiden Joko Widodo dimandati memimpin Presidensi G20 (Group of Twenty) tahun 2021-2022.

“Muhammadiyah menyampaikan apresiasi dan selamat atas pencapaian yang positif dan konstruktif di ranah global tersebut. Harapannya kepercayaan dari G20 tersebut dijadikan modal penting membangun optimisme dan peluang positif agar Indonesia makin berkiprah proaktif di tingkat global sekaligus melakukan konsolidasi nasional untuk bangkit dan bergerak dinamis menjadi negara berkemajuan,” harap pria kelahiran Bandung, 25 Februari 1958 ini.

Baca juga: Baru Terbentuk, Muhammadiyah Grand Wisata Dirikan Toko Kita

Haedar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera menyelesaikan pandemi dan masalah negeri secara simultan dan bersama-sama. Indonesia akan gagal bangkit, jika semua pihak lebih mengutamakan kepentingan diri, kroni, golongan, dan kepentingan sendiri-sendiri.

Indonesia akan gagal maju manakala para pihak bercerai-berai dan silang-sengketa tak berkesudahan dalam sangkar-besi keangkuhan kuasa dan egoisme kelompok yang merah menyala.

“Indonesia harus dibawa maju bersama dalam semangat persatuan Indonesia dan kepribadian bangsa. Kemajuan dan keunggulan Indonesia haruslah memiliki fondasi yang kokoh berlandaskan konstitusi, dasar negara Pancasila, serta nilai-nilai luhur agama dan kebudayaan yang hidup dan mendarah-daging dalam jatidiri bangsa. Indonesia dengan nilai luhur serta potensi dan kekuatan yang dimilikimya harus mampu menjawab tantangan zaman di tengah dinamika perubahan yang kompleks saat ini dan ke depan,” tegas Haedar.

Baca juga: 6 Faktor Bangkitnya Dakwah Islam di Nusantara melalui Ormas

Selain bergandengan tangan, Haedar mengingatkan agar segala ikhtiar yang bersifat rasional-ilmiah dan spiritual-rohaniah harus terus dilakukan sebagai jalan jihad untuk mengakhiri pandemi ini.

Pasalnya, sikap optimis disertai ikhtiar yang bersungguh-sungguh ini agar mampu mengubah keadaan yang buruk dari wabah Corona ke situasi yang baik. Sebagaimana Firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (Q.S. Al-Ra’du: 11).

“Optimisme dalam wujud tekad dan ikhtiar untuk berubah juga menjadi niscaya dalam memecahkan persoalan-persoalan umat dan bangsa. Seberat apapun masalah yang dihadapi bangsa Indonesia jika pemerintah serta semua komponen bangsa berkomitmen kuat, bersatu, dan melangkah bersama secara serius dan terencana maka akan terdapat jalan keluar dari kesulitan,” ucap Haedar.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)