Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Lebih Dekat dengan Rasulullah Melalui Syama'il Muhammadiyah

Muhajirin Senin, 15 November 2021 - 20:26 WIB
Lebih Dekat dengan Rasulullah Melalui Syama'il Muhammadiyah
Kitab Syamail Muhammadiyah (foto: Tokopedia)
LANGIT7.ID - Sosok Nabi Muhammad SAW selalu mengundang kekaguman. Secara biologis, beliau memang nampak seperti manusia pada umumnya. Namun, baginda nabi memiliki kelebihan dan kesempurnaan, baik secara fisik maupun budi pekerti.

Para ulama membagi format penulisan biografi Rasulullah SAW menjadi beberapa kategori. Pertama, syamail yakni pembahasan terkait bentuk fisik, karakter, kepribadian, serta adab dan akhlak beliau.

Kedua, sirah yakni kajian tentang sejarah kehidupan baginda nabi sejak dilahirkan hingga meninggal dunia, biasanya ditulis secara komprehensif beserta kisah-kisah seputar perjalanan para sahabat yang menyertai beliau.

Ketiga, madaih yakni berisi untaian syair, shalawat, dan pujian kepada baginda nabi. Keempat, dalail yakni kajian tentang kerasulan, mukjizat, dan keistimewaan yang diberikan Allah kepada beliau.

Kelima, maghazi yakni kisah kepahlawanan nabi, peperangan yang beliau ikuti, serta langkah politik, strategi serta hikmah di baliknya. Keenam, khashaish yakni kajian seputar keistimewaan dan kekhususan yang dimiliki oleh baginda nabi.

Satu di antara yang menjadi pilihan populer dalam mengenalkan sosok Rasulullah adalah syamail. Format penyusunan syamail sederhana, berupa hadits-hadits seputar bentuk wajah dan postur tubuh beliau, cara makan dan minum serta aktivitas keseharian beliau.

Syamail mulai ditulis sejak akhir abad pertama hijriah oleh para Tabi'in. Baru Imam Wahab al-Asady (200 H) membukukan catatan hadits Syamail dalam sebuah kitab berjudul Syamail wa Sifatun Nabi. Lalu Imam Ali al-Madani (224 H) menulis kitab berjudul Sifatun Nabi. Kemudian, Imam at-Tirmidzi (279 H) juga menulis Syamail Muhammadiyah. Lalu Syekh Al-Ashfahani (370 M) menyusun kitab berjudul Akhlaqun Nabi wa Abaduh.

Penulisan syamail lantas diikuti para ulama setelahnya seperti Syekh Muhammad an-Naisaburi menulis Syaraful Musthafa, Syekh Qadhi Iyadh menulis Kitab asy-Syifa, hingga Ibnu Katsir menulis Syamail Rasul dan banyak ulama-ulama salaf lainnya.

Di antara sekian banyak kitab tentang syamail, buku paling populer hingga saat ini adalah Syamail Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi. Beliau bernama lengkap Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhal as-Silami at-Tirmizi. Beliau salah satu ahli hadits yang lahir di Kota Tirmiz pada 209 H. Beliau wafat usia 70 tahun pada 13 Rajab 279 H/8 Oktober 829 M.

Kitab Syamail Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi merupakan kumpulan hadits atau kesaksian para sahabat yang memuat tentang gambaran Rasulullah dilihat dari berbagai aspek seperti gambaran fisik, budi pekerti, barang-barang yang dipakai, perilaku keseharian dan ibadah, serta akhir hidup baginda nabi dan mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad.

Imam at-Tirmidzi memaparkan sub-tema yang menarik untuk disajikan. Setiap sub tema tidak banyak pembahasan, hanya memuat beberapa hadits saja. Tapi justru itu memudahkan para pembaca untuk mengetahui ciri-ciri baginda nabi. Dia menulis 56 sub-tema yang memberikan bayangan secara singkat dan jelas mengenai Rasulullah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)