Langit7, Jakarta - Pemerintah terus mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Namun, literasi dan keuangan syariah nasional masih rendah.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2019 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, indeks literasi keuangan syariah nasional baru mencapai 8,93 persen.
Baca juga: Publik Figur yang Terjun ke Dunia E-sportsUntuk itu, pemerintah berupaya memberikan pembekalan sejak dini kepada masyarakat agar melek keuangan dan investasi syariah pada era digital. Demi mewujudkan hal itu, diperlukan kerja sama dan kontribusi seluruh pihak.
“Saya mengajak saudara-saudara untuk terus mendorong upaya edukasi untuk meningkatkan literasi dan pemahaman inklusivitas aspek syariah bagi pelaku pasar modal syariah,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu.
Menurutnya, potensi dan ruang tumbuh yang besar dari keuangan syariah ke depan harus bisa dimanfaatkan. Di mana salah satu keunggulan pasar modal syariah Indonesia adalah proses transaksi saham yang secara
end to end telah memenuhi prinsip syariah.
“Hal ini harus terus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal syariah Indonesia semakin kuat,” imbuhnya.
Baca juga: Pemerintah Fokus Kembangkan Industri Gim Tanah AirInovasi berbasis digital dan perluasan digitalisasi layanan yang terintegrasi ke berbagai sektor menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini. Tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tapi juga untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan investasi syariah.
Maruf meminta, pengembangan inovasi tersebut harus diimbangi dengan penyempurnaan perangkat pendukungnya.
"Di antara perangkat itu seperti big data, intelegensi buatan, blockchain, teknologi finansial, juga SDM yang disiapkan dengan matang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan teknologi berbasis digital terkait ekonomi dan keuangan syariah,” tegasnya.
(zul)