LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai pondok pesantren memiliki peran besar untuk memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif akibat pandemi covid-19.
Menparekraf, Sandiaga Uno, membuat program Santri Digitalpreneur Indonesia untuk mendukung cita-cita tersebut. Program itu merupakan kegiatan yang diperuntukkan sebagai wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi milenial dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif.
Terdapat empat tujuan dari program ini. pertama, menciptakan santri yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya. Kedua, memberdayakan santri unggulan yang mampu bersaing di industri kreatif dan digital.
Ketiga, menjadikan santri modern dengan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. Keempat, menjadikan santri sebagai produsen informasi dan literasi, penggerak konten-konten dan produk bermutu dengan tetap bernilai agama.
Kemudian, program kegiatan terdapat tiga bagian. Pertama, program pelatihan membuat animasi 2 dimensi dengan menggunakan software Adobe Photoshop dan Adobe After Effects. Kedua, program pelatihan konten berbasis audio dengan menggunakan software Cubase SL. Dalam program ini juga akan dijelaskan tentang
Audio Pre Production,
Production hingga tahap Post Production.
Ketiga, pelatihan membuat animasi 3 dimensi dengan menggunakan software Blender. Dalam pembuatan animasi nantinya akan dijelaskan juga tentang prinsip-prinsip dasar pembuatan animasi
Sandiaga mengatakan, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Angka itu menyimpan potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui digitalisasi. Semua inisiatif itu merupakan bagian dari upaya memajukan pertumbuhan ekonomi nasional.
Santri Digitalpreneur Indonesia berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital. Dari situ santri bisa mengaplikasikan hasil pelatihan sebagai modal menjadi digitalpreneur atau berkarir di industri kreatif.
Sandiaga berharap program itu ke depan bisa membuat santri terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif. Cara itu dinilai bisa menghilangkan rasa takut anak remaja untuk menjadi santri. Sebab, saat ini banyak anggapan santri hanya terkungkung pada pelajaran agama saja.
Kemenparekraf juga terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha dengan menerapkan prinsip 3C:
Commitment,
Competence, dan
Champion.
“Bergerak cepat saja tidak cukup kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia,” kata Sandiaga melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/11/2021).
(jqf)