LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Singapura
Ong Ye Kung mengaku kecawa atas ditemukannya kasus positif Covid-19 baru di negaranya. Tercatat ada 56 kasus Covid-19 baru yang 42 di antaranya klaster tempat karaoke.
Sangat meresahkan dan mengecewakan. Setidaknya dua hal tersebut menggambarkan kondisi Ong saat ini.
"Setiap outlet yang menyediakan layanan pendamping (
hostess), permainan dadu, dan semua kontak yang sangat dekat itu tidak pernah diizinkan," kata Ong dikutip dari
Channel News Asia, Ahad (18/7/2021).
"Belajar dari pengalaman tempat-tempat seperti Hong Kong dan Korea. Jadi untuk hal ini terjadi sekarang telah meresahkan (dan) mengecewakan," ungkapnya.
Salah satu kasus terbaru tersebut, yakni penumpang kapal pesiar milik perusahaan Dream Cruises yang dinyatakan positif Covid-19 di atas kapal. Saat diidentifikasi sebagai kontak dekat dari pasien di darat.
Dengan tambahan tersebut, total kasus dari klaster tempat karaoke menjadi 54 orang. Menkes Ong mengatakan, otoritas setempat memperkirakan akan ada lebih banyak kasus Covid-19 dari klaster tersebut dalam beberapa hari ke depan seiring pelacakan kontak yang masih berlangsung.
Adapun klaster KTV lounges di
Singapura pertama kali diumumkan pada 12 Juli. Kasus pertama melibatkan seorang warga negara Vietnam yang bekerja sebagai pendamping di tempat karaoke yang saat ini beroperasi sebagai gerai makanan dan minuman.
Untuk itu, Menteri Ong meminta para pengunjung tempat karaoke sejak 29 Juni untuk menjalani tes
Covid-19. Bagi pengunjung yang merasa tidak nyaman atau tidak mau menjalani tes, Ong mendorong orang-orang tersebut untuk setidaknya tetap berada di rumah dan memberitahu pihak keluarga.
"Pastikan Anda memiliki kamar sendiri, mengisolasi diri, meminta keluarga membelikan Anda beberapa alat ART, menguji diri sendiri, tidak berinteraksi dengan siapa pun, dan memantau kesehatan Anda selama 14 hari ke depan," ujarnya.
Tes Covid-19 secara gratis akan diberikan kepada para pengunjung sembilan tempat karaoke atau klub yang berlokasi di Clarke Quay, Far East Shopping Centre, serta Tanglin Shopping Centre. Kemenkes Singapura akan memperluas pelaksanaan tes ke tempat karaoke ataupun klub yang beroperasi sebagai gerai makanan dan minuman lain.
Ong menyebutkan lebih dari 100 pengunjung dan hampir 100 staf telah mengikuti tes Covid-19 setelah klaster tersebut muncul. Pada Rabu (14/7/2021), polisi juga mengumumkan tiga operator karaoke sedang diinvestigasi karena menyediakan layanan pendamping atau
hostess yang melanggar aturan Covid-19. Sebanyak 20 perempuan dengan berbagai kewarganegaraan ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan cabul di tiga gerai yang tidak disebutkan namanya. (Sumber:
Anadolu Agency)
(asf)