LANGIT7.ID, Yogyakarta - Wakil Wali Kota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan upaya agar Alquran menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan masyarakat.
Heru juga menerangkan kegiatan ini sekaligus menyiapkan generasi milenial cinta Alquran serta wahana untuk memacu kegiatan tilawah, hafalan dan pendalaman Al Qur'an.
“Gerakan literasi Al quran puncaknya di MTQ. Alquran tidak hanya dibaca namun diharapkan difahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga MTQ diharapkan dapat menggaungkan syiar Islam,” kata Heroe saat membuka MTQ Kota Yogyakarta di Aula Bima Komplek Balaikota Yogyakarta, Jumat (26/11/2021).
Baca juga:
MTQ jadi Sarana Internalisasi Nilai Luhur Alquran di Kalangan PelajarIa menjelaskan di masa mendatang perlu adanya kelengkapan indikator Alquran telah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari dan yang terpenting Alquran dapat terinternalisasi serta mendorong penguatan pemahaman aqidah, ibadah dan akhlaq. Untuk itu, upaya yang dilakukan tidak boleh berhenti sampai di sini.
“Kegiatan yang bersifat kolosal dan sarat dengan syiar Islam ini akan menjadi sia-sia dan percuma apabila tidak meninggalkan bekas dan pengaruh di tengah masyarakat,” paparnya
Menurutnya dengan MTQ tersebut, bisa menjadi senjata ampuh menangkal bahaya ancaman pergaulan negatif yang kerap. Untuk itu berharap penyelenggaraan MTQ ini dapat meningkatkan wawasan serta pemahaman terhadap isi kitab suci Al Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.
“Al Qur’an dapat menjadi benteng bagi para pelajar di era pergaulan saat ini, Al Qur’an juga merupakan sumber utama syariat Islam dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari,” jelasnya.
Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta Maskur Ashari selaku panitia mengatakan MTQ kota Yogyakarta akan berlangsung selama dua hari Jumat-Sabtu (26-27/11/2021) dan melombakan delapan cabang,
Penyelanggaraannya berlangsung di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DI. dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, diikuti 489 peserta, yang berasal dari 14 Kemantren se-Kota Yogyakarta.
(sof)