LANGIT7.ID - Umar Mita merupakan sosok mualaf yang melegenda di Jepang. Dia merupakan generasi muslim pertama Jepang sekaligus ulama senior serta penyebar dakwah Islam di Negeri Sakura. Salah satu jasa besar Umar Mita adalah penerjemahan Al-Qur'an.
Umar Ryoichi Mita, seorang keturunan samurai kelahiran 1892 itu merupakan muslim pertama yang menerjemahkan Al-Qur'an ke bahasa Jepang. Upaya Umar Mita itu selesai pada 1972.
Umar Mita pertama kali bertemu dengan Islam saat pergi ke Tiongkok dan berinteraksi dengan Islam untuk pertama kalinya. Ia sangat terkesan dengan gaya hidup umat Islam kala itu. Lalu pada 1920, Umar mengunggah artikel mengenai 'Islam in China' di sebuah majalah Jepang.
Mengutip Japaneseatation, pada 1921, Umar Mita bertemu dengan Haj Yamaoka, seorang muslim Jepang pertama yang naik haji 1909 untuk belajar Islam lebih dalam. Namun ia baru secara resmi memeluk Islam pada 1941, saat berusia 41 tahun serta menerima nama Umar.
Pada tahun 1957, Umar Mita bergabung dengan kelompok Jamaah Tabligh di Pakistan. Lalu di tahun 1958 berkesempatan bergabung dengan kelompok Peziarah Pakistan, ia pergi ke Mekah dan memenuhi keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji.
Setelah naik haji, Umar Mita kembali ke Jepang dan memulai pekerjaan dengan semangat baru. Pada tahun 1960, setelah kematian pertama kematian Sadiq Imaizumi, Presiden Asosiasi Muslim ( Japan Muslim Association ), Haji umar Mita terpilih sebagai Presiden kedua.
Selama menjadi presiden Asosiasi Muslim Jepang yang kedua, Umar Mita menerbitkan beberapa buku: “Isuramu Rikai No Tameni” (Memahami Islam), “Isuramu Nyumon” (Sebuah Pengantar Kepada Islam) dan “Sahaba Monogatari” (terjemahan bahasa Jepang dari buku bahasa Urdu yang Hekayat- E-Sahaba oleh Maulana Muhammad Zakaria dan diterjemahkan secara khusus dalam bahasa Inggris untuk Haji Umar Mita oleh “Hafiz Abdur Rashid Arshad”).
Motivasi Penerjemahan Al-Qur'an Umar Mita menerjemahkan Al-Qur'an saat ia merasa kebutuhan akan terjemah dan tafsir berbahasa Jepang dari Al-Qur'an tidak memadai. Dia memutuskan menerjemahkan Al-Qur'an ketika berusia 69 tahun.
Umar Mita bahkan datang ke Mekah dan berinteraksi dengan para ulama dan ahli tentang Al-Qur'an di Mekah, Madinah, Jeddah, Taif, Riyadh, dan lain-lain. Para ulama-ulama itu berkontribusi besar pada kemajuan penerjemahan Al-Qur'an.
Setelah berupaya mengharapkan ridha sang Pencipta, akhirnya edisi pertama Al-Qur'an terjemahan diterbitkan setelah 12 tahun kerja keras dan melelahkan. Kala itu, Umar Mita sudah berusia 80 tahun.
Usai menerjemahkan Al-Qur'an, Umar Mita aktif beraktivitas di Japan Muslim Association sampai wafat pada 29 Mei 1983. Ia menghembuskan nafas terakhir saat berusia 91 tahun.
(jqf)