LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah untuk segera membuat regulasi agar terjadi pengalihan suplai minyak goreng dari produsen Palm Oil Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menurutnya, kondisi harga Palm Oil menjadi tinggi karena permintaan dari luar negeri yang sangat tinggi. Atas hal tersebut, produsen minyak goreng memberikan prioritas untuk ekspor dengan harga yang menggiurkan.
"Harga minyak goreng saat ini sangat tinggi akibat adanya penurunan pasokan bahan baku minyak goreng di berbagai negara. Penduduk Indonesia sangat terdampak akibat kenaikan tersebut, bahkan memicu terjadinya inflasi yang tertinggi di bulan November selama tahun 2021," kata Akmal dalam siaran persnya, Jumat (3/12).
Baca juga:
PT Antam Catat Kerugian Rp159 Miliar, DPR Minta PenjelasanMenurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada November 2021 sebesar 0,37 persen (month to month/mtm) dan inflasi sepanjang tahun 2021 mencapai 1,30 persen (year to date/ytd) serta inflasi secara tahunan sebesar 1,75 persen (year on year/yoy).
"Sesuai dengan UU No 5 Tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen pasal 4 tentang hak Konsumen di huruf i, menyatakan hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Pemerintah mesti berfikir ada solusi terkait tingginya harga minyak goreng untuk rakyat Indonesia," ujarnya.
Dalam hal ini, Akmal juga meminta kepada para produsen minyak sawit di Indonesia saat ini perlu memberikan pengorbanannya. Terlebih, pemerintah sudah banyak berbuat untuk kemajuan industri sawit, seperti kampanye positif sawit di luar negeri, relaksasi pajak ekspor, hingga kemudahan perijinan.
Baca juga:
Anggota DPR: Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi"Perusahaan kelapa Sawit ini kan sudah banyak untungnya, yang sangat di bantu besar-besaran dari anggaran pemerintah. Jadi, sudah saatnya para produsen dan korporasi palm oil Indonesia untuk berbakti kepada nusa dan bangsa," ungkapnya.
"Toh selama ini ketika harga sedang jatuh, pemerintah telah memberikan insentif peralihan sebagian produksi palm oil untuk biodiesel. Sehingga, ketika harga rendah di pasar internasional, palm oil dapat di serap semaksimal mungkin untuk keperluan biodiesel," jelasnya.
(sof)