LANGIT7.ID, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin bertemu Grand Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammad Al-Thayyib. Pertemuan berlangsung di Masyikhah (kantor Syaikh) di kampus Universitas Al-Azhar, belum lama ini.
Pada kesempatan tersebut, Prof Din menyampaikan penghargaan kepada Syaikh al-Azhar atas penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (
watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) antara Syaikh Al-Azhar dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi tiga tahun lalu. Menurut dia, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia.
"Kala kemanusiaan tercabik atas egoisme keagamaan, ras, kebangsaan, dan kenegaraan serta bentuk-bentuk ashabiyah lain, persaudaraan kemanusiaan adalah pesan agama-agama, termasuk Islam. Persaudaran kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Allah
subhanahu wa ta'ala," ujarnya.
Baca Juga: Arsitektur Indah dan Megah, Upaya Makmurkan Masjid di Akhir ZamanDalam rangka pengarusutamaan piagam tersebut, Din Syamsuddin mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yang bersifat lintas. Selain itu, Din memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan poros dunia wasatiah Islam sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yang tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai
ummatan wasathan.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini juga mengingat Syaikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Al-Thayyib tentang kesepakatan antara Muhammadiyah dan Syaikh Al-Azhar, yang ditandangani pada 2003 oleh Prof Din Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah dan Prof Syaikh Muhammad Al-Sayyid Thonthowi dapat diperbarui. Kesepakatan meliputi kerja sama dalan bidang pendidikan, dan dakwah. Syaikh Al-Azhar sepakat agar kesepakatan itu diperbarui dan dilaksanakan secara nyata.
Baca Juga: DMI dan Para Pengasuh Pesantren Kunjungi Al-Azhar Mesir, Bahas Kesetaraan Ijazah PesantrenSebelum bertemu Syaikh Al-Azhar, Din juga hadir pada sidang munaqasah disertasi Dr KH Anang Rikza Masyhadi, di Universitas Terusan Suez, Ismailiyah. Ia merupakan kader Muhammadiyah dan perintis pendirian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir.
Selain itu, Din dan istri Dr Rashda Diana Subakir menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluara Besar PCIM Mesir di Markaz Dakwah Muhammadiyah Kairo. Saat ini, ada sekitar 500-an mahasiswa Muhammadiyah yang menempuh studi di Al-Azhar dan berbagai universitas lain di Mesir.
Baca Juga: Prof Al Makin, Santri Kampung Jadi Rektor Muda UIN Sunan KalijagaMereka sudah menyelenggarakan TK Aisyiah Bustanul Athfal, dan pelatihan silat Tapak Suci yang diikuti tidak hanya oleh warga negara Indonesia, tetapi juga warga negara-negara lain yang ada di Mesir.
Baca Juga: Willow Wilson, Muslimah di Balik Kepopuleran Superhero Ms Marvel(zhd)