LANGIT7.ID - Meski tidak identik sebagai kota tujuan wisata, Kota Semarang memiliki ragam makanan khas yang enak. Ada yang bisa ditenteng pulang, ada juga yang wajib dicicipi ditempat.
Sobat Langit7 tentu pernah mendengar Bandeng Presto Semarang, Lunpia, atau Wingko Babat. Makanan ini jadi favorit pelancong jika kebetulan mampir di Kota Semarang.
Berikut makanan khas Kota Semarang yang LANGIT7.ID rangkum untuk sobat sekalian:
Tahu Gimbal![Ini 5 Makanan Khas Kota Semarang yang Bikin Nagih]()
Tahu Gimbal. foto: instagram/ tahugimbalbuwid
Namanya memang unik. Tahu Gimbal. Ini jenis makanan yang tergolong berat. Gimbal disini bukan rambut. Tapi serupa peyek udang tepung namun sedikit lebih lembek. Kalau di Jakarta, Tahu Gimbal ini mirip-mirip Ketoprak. Tapi bedanya ada pada bumbu yang lebih manis dan gimbal udang.
Biasanya, dalam sepiring tahu gimbal, terdapat beberapa jenis makanan seperti gimbal udang dengan tahu yang digoreng, irisan lontong, kecambah dan kol yang diiris tipis. Kemudian semuanya disiram dengan bumbu kacang.
Bumbu kacang yang disajikan juga berbeda dengan bumbu kacang biasanya. Bumbunya terbuat dari kacang, bawang dan petis. Aroma gimbal serta bumbu kacang yang harum bakal membuat selera makan tumbuh. Apalagi disajikan dengan telur ceplok mata sapi di atas sepiring tahu gimbal
Jika ingin menikmati menu special ini, Sobat Langit7 bisa berkunjung ke ke Taman Menteri Supeno atau Taman KB yang ada di kawasan Simpanglima Semarang. Di lokasi itu, puluhan warung berjejer untuk menawarkan menu special ini.
Lumpia![Ini 5 Makanan Khas Kota Semarang yang Bikin Nagih]()
Lumpia. foto: instagram/ simbokdodol
Lumpia khas Semarnag terbuat dari rebung (pucuk tunas bambu muda) dengan kulit lumpia sebagai pembungkusnya. Makanan ini cocok dicocol dengan saus kental yang pedas manis.
Sobat Langit7 bisa mencari makanan ini di pusat oleh-oleh yang ada di Jalan Pandanaran Kota Semarang. Namun, ada baiknya jika membeli langsung dari tempat asli dimana resep lumpia diciptakan. Datanglah ke Gang Lombok yang berada di kawasan pecinan Semarang.
Di sini, Sobat Langit7 bisa membeli lumpia yang dikemas dalam besek atau kotak yang terbuat dari bambu. Lumpia di sini masih menggunakan resep asli yang dipertahankan secara turun temurun.
Wingko Babat![Ini 5 Makanan Khas Kota Semarang yang Bikin Nagih]()
Wingko Babat. foto: instagram/ wingkobabatkelapa
Makanan satu ini menurut beberapa versi sejarah sebenarnya bukan dari Semarang, melainkan berasal dari salah satu Kecamatan di Lamongan Jawa Timur yakni Kecamatan Babat. Namun karena banyak dijual di Semarang, makanan ini kemudian identik dengan makanan tradisional Semarang.
Meski namanya Babat, jangan membayangkan makanan ini terbuat dari jeroan sapi (babat). Wingko Babat merupakan makanan dengan bentuk bulat dalam berbagai ukuran dengan rasa legit dan manis.
Wingko Babat terbuat adri tepung, kelapa muda dan gula. Olahan ini kemudian dipanggang sehingga menguarkan aroma kelapa dan gula yang khas.
Bandeng Presto![Ini 5 Makanan Khas Kota Semarang yang Bikin Nagih]()
Bandeng Presto. foto: instagram/ dapur_mbokpon
Bandeng Presto khas Semarang tentu sudah tidak asing lagi bagi pelancong. Ini seperti oleh-oleh wajib. Jika tidak lunpia ya Bandeng Presto.
Dinamakan bandeng presto karena proses pemasakan ikan ini menggunakan alat presto. Hal ini dilakukan karena Bandeng memiliki duri yang cukup banyak, sehingga harus diolah sedemikian rupa menggunakan presto untuk melunakkan duri yang ada di dalamnya.
Bandeng presto memiliki berbagai rasa dan bentuk, mulai dari bandeng presto rebus hingga asap dan bakar. Sobat Langit7 bisa menyajikan bandeng presto ini bersama sepiring nasi hangat yang ngepul-ngepul dan sambal yang biasanya ada di dalamnya. Jika tangan cukup bersih, makan saja tanpa sendok. Dijamin bakal menambah selera.
Bandeng Presto Semarang ini banyak dijual di pusat oleh-oleh khas Semarang di Jalan Pandanaran Kota Semarang.
Roti Ganjel Rel![Ini 5 Makanan Khas Kota Semarang yang Bikin Nagih]()
Roti Ganjel Rel. foto: kampungkb.bkkbn
Nama roti ini memang sedikit unik. Ganjel Rel. Roti ini termasuk makanan khas Kota Semarang selain Lunpia dan Wingko Babat. Roti ini umumnya muncul saat Ramadhan.
Dilihat dari bentuknya, Roti Ganjel Rel cukup besar. Kotak, cokelat dengan taburan wijen diatasnya. Mirip balok pengganjal rel kereta api.
Rasa roti ini bercita rasa kayu manis. Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis. Karena teksturnya yang ulet jika makan dua potong saja sudah cukup untuk mengganjal perut.
Aroma khas rempah-rempah sangat terasa di lidah. Ketika dikunyah, roti ini terasa lembut bercampur gurih oleh wijen yang bertaburan. Meski demikian, ada juga pembuat roti yang memakai tepung kanji berlebihan sehingga terasa kenyal dan alot. Pas jika kemudian diberi nama Ganjel Rel.
(sof)