Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 24 April 2026
home sosok muslim detail berita
Erupsi Gunung Semeru

Rumini Ternyata Alumni Pesantren, Begini Detik-detik Gugurnya Rumini Menurut Penuturan Sang Suami

Muhajirin Rabu, 08 Desember 2021 - 19:37 WIB
Rumini Ternyata Alumni Pesantren, Begini Detik-detik Gugurnya Rumini Menurut Penuturan Sang Suami
Rumini, muslimah yang gugur sebab tak mau meninggalkan neneknya saat erupsi Gunung Semeru (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Lumajang - Kisah Rumini dan sang nenek, Salamah yang ditemukan meninggal dunia di balik awan panas guguran menjadi inspirasi publik maya. Wanita 28 tahun itu ternyata merupakan alumni Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang.

Rumini ditemukan tak bernyawa tertimbun awan panas berpelukan dengan sang nenek, Salamah (70 tahun), di Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur pada Ahad (5/12/2021). Saat ditemukan, jenazah ibu anak itu tengah berpelukan.

Lokasi jenazah korban berada di dalam rumah yang atapnya sudah hancur disertai pondasi tertimbun abu vulkanik. Jenazah pertama kali ditemukan oleh para relawan yang tengah mengevakuasi para korban.

Baca Juga: Kisah Pilu Rumini, Korban Erupsi Semeru Wafat Sebab Tak Mau Tinggalkan Nenek

Kisah Rumini sebagai seorang santri disampaikan akun @aloknuri yang membagikan tulisan dari Ibu Nyai Qurroti A’yun. Kisah tersebut berdasarkan wawancara langsung dengan suami, Cak Hasyim, dan anak Rumini, Zaki.

Jumat malam, sebelum kejadian, Cak Hasyim merasa letih setelah seharian bekerja di tambang pasir. Ia pun memilih istirahat cepat. Namun ada yang aneh, Rumini secara tiba-tiba memeluk sang suami.

“Tapi entah kenapa kok istri saya itu meluk-meluk aja. Biasanya kami tidur dengan mengapit anak kami. Entah kenapa malam itu kok istri saya minta di sisi saya. Minta diusap kepalanya,” tutur Cak Hasyim.

Rumini malam itu hanya tidur sandaran di dada sang suami. “Saya bilang. Opo ae dek, kandungaren ndak nyanding Zaki. Ndak kasian Zaki ta? (Tumben tidak tidur bersama Zaki, tidak kasihan Zaki kah?)” kata Cak Hasyim.

“Ndak Apa-apa mas, aku kangen,” jawab sang istri.

Cak Hasyim tak bisa menahan tangis saat mengenang kejadian malam itu. Ia tak menyadari jika merupakan pelukan terakhir sang istri.

Saat pagi mulai tiba, saat Cak Hasyim hendak berangkat kerja pasti, Rumini tiba-tiba meluk lagi sambil mencium sang suami. Itu episode sangat aneh, sebab Rumini tak pernah melakukan itu sebelumnya. Biasanya Rumini sibuk mengurus Zaki.

“Tadi pagi sebelum kejadian itu istri saya kok terus meluk-meluk aja pas saya mau berangkat kerja. Dia dadah-dadah (melambaikan tangan, red) terus sampai saya betul-betul berangkat,” kata Cak Hasyim.

Perasaan Cak Hasyim sudah mulai tak saat enak saat itu. Bahkan, saat berada di tempat kerja, Cak Hasyim selalu kepikiran. Ia takut terjadi apa-apa kepada sang istri dan anak-anak di rumah. Saat sore tiba, saat erupsi terjadi, ia langsung berlari pulang.

Dia mendapati semua orang berlarian karena panik. Ia bertemu anak saya dan sang paman di depan Sekolah Dasar, namun nahas Rumini tak ada. Dia harus bertekad ke rumah khawatir sang istri terjebak. Namun semua orang menghalangi, lalu ada yang mengatakan Rumini sudah keluar mengungsi mengenakan jilbab hitam.

“Saya sangat ingin memastikan ke rumah, saya sudah hilang akal, bagi saya kalaupun harus mati, biarlah mati bersama. Taoi semua orang menghalangi, dan memag sampun tidak memungkinkan. Betul-betul gelap gulita,” kata Cak Hasyim.

“Saya betul-betul tidak menyangka bahwa pelukannya pagi itu adalah pelukan terahir. Lambaian tangannya ternyata perpisahan untuk kami selamanya,”tutur Cak Hasyim sambil menangis.

Pada Ahad (5/12/2021), ayah mertua Rumini (ayah Cak Hasyim) berinisiatif menengok rumah yang ditinggali Rumini. Lantaran lama tidak kembali ke pengungsian, Cak Hasyim menyusul ke lokasi. Ia mendapati sang ayah berada di bekas dapur sambil menangis.

“Karena ia menemukan Rumini dan mbahnya berpelukan di dapur yang ambruk. Tertutup debu tebal semeru. Rumini sebetulnya punya pilihan untuk berlari menyelamatkan diri, tapi ia memilih bertahan karena pengabdiannya,” katanya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 24 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)