LANGIT7.ID, Lumajang - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan operasi pencarian warga hilang akibat erupsi Gunung Semeru. Di bawah koordinasi Basarnas, tim SAR menargetkan waktu pencarian korban selama satu minggu.
Hal tersebut disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Irwan Subekti. Dalam operasi pencarian, Irwan mengatakan tim gabungan sangat memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan di lapangan.
"Pencarian pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya pencarian sangat dipengaruhi kondisi hujan di lapangan," ujar Irwan seperti dikutip dari laman BNPB, Kamis (9/12).
Baca juga:
Relawan Terus Berjuang Evakuasi Korban meski Terkendala Cuaca Buruk dan Material Erupsi PanasIrwan Subekti yang juga menjadi Komandan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, menyampaikan korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 22 orang.
Upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan para personel di lapangan, juga dibantu dengan alat berat. Pencarian difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, dan wilayah Desa Curah Kobokan.
"Kami juga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas dan kondisi hujan di puncak gunung agar terhindar dari banjir lahar dingin," kata Irwan.
Baca juga:
Gunung Semeru Masih Bergolak, Relawan Indonesia Care Terus BergerakPosko juga memprioritaskan pada operasi pencarian dan penanganan warga yang mengungsi. Terkait dengan penambang pasir yang hilang, pihaknya akan memastikan identitas korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi. "Dari jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang, 10 di antaranya belum teridentifikasi," ungkapnya.
Irwan juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi dari beberapa wilayah di Kabupaten Lumajan berjumlah 4.250 jiwa. Secara rinci, jumlah warga mengungsi di Kecamatan Candipuro 1.733 orang, Pasirian 974 orang, Tempeh 400 orang, Pronojiwo 295 orang, dan Lumajang 199 orang.
Sementara di Pasrujambe 197 orang, Sukodono 191 orang, Sumbersuko 67 orang, Jatiroto 56 orang, Yosowilangun 28 orang, Ranuyoso 26 orang, Rowokangkung 16 orang, dan Gucialit 8 orang.
(sof)