LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak orang yang masih saja merasa kesulitan dalam menggapai rezeki. Segala upaya sudah dilakukan namun rezeki tak kunjung mengalir.
Jika demikian, mungkin Anda harus menghindari 3 hal berikut ini yang dinilai dapat membuat rezeki tersendat.
1. Tidur di waktu pagi setelah shubuhTidur di waktu ini memang tidak disarankan oleh Rasulullah SAW, karena bisa menghambat atau menghalangi rezeki. Seperti yang tertuang dalam sabda Nabi Muhammad SAW.
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ.
Artinya: Rasulullah bersabda, "Tidur pagi itu menghalangi datangnya rezeki." (HR Ahmad dan Baihaqi).
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Hari, InsyaAllah Urusan Lancar Tanpa KendalaDalam hadits ini sudah jelas bahwa Rasul menganjurkan untuk tidak tidur di pagi hari. Untuk itu, mulailah merubah gaya hidup Anda agar tidak kembali ke kasur setelah shalat subuh. Jika kantuk dirasakan, buatlah kegiatan yang menarik sehingga bisa menghilangkan rasa kantuk.
Selain hadits di atas, Rasulullah juga pernah bersabda kepada anak tercintanya Fatimah.
"Hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara sholat subuh dan terbitnya matahari." (H.R. Baihaqi).
2. Jarang shalatSeret rezeki juga bisa disebabkan oleh hambanya yang jarang shalat. Shalat adalah ibadah pamungkas yang akan menarik perhatian Allah sang Maha Pencipta. Karena itu agar mendapatkan perhatian dari Allah, lakukan shalat minimal yang wajib yaitu shalat 5 waktu.
Dalam satu hadits dijelaskan tentang jaminan dari Allah terkait rezeki dan sebagainya, jika melaksanakan shalat shubuh, yang artinya.
Artinya: "Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh orang yang menunaikan sholat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka.” (HR Muslim, at-Tirmizi dan Ibnu Majah).
Menurut para ulama, shalat shubuh yang di maksud adalah shalat shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid.
Shalat hendaknya wajib dilakukan sebagi seorang muslim, jika tidak melakukannya adalah sebuah pelanggaran dan dosa yang bisa menghambat rezeki. Ada satu lagi hadits dari Tsauban (budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah), Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak dapat menambah usia kecuali kebaikan. Tidak bisa menolak ketentuan takdir kecuali doa. Sesungguhnya manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan oleh dosa yang dilakukannya," (Ibnu majah dalam Sunannya jilid II halaman 489 nomor 4087).
3. Bermalas-malasan Sifat malas juga merupakan sifat penghalang rezeki. Pergi beraktivitas mencari rezeki jauh lebih baik dibandingkan hanya malas diam di rumah. Dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini:
عَنْ عُمرَ بن الخطَّابِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ : (( لَو أَنَّكُمْ تَوكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرزُقُ الطَّيرَ ، تَغدُو خِماصاً ، وتَروحُ بِطَاناً )) رَوَاهُ الإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَابْنُ حِبَّانَ فِي ” صَحِيْحِهِ ” وَالحَاكِمُ ، وَقَالَ التِّرمِذِيُّ : حَسَنٌ صَحِيْحٌ .
Artinya: Dari Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Muhammad Shallallahu‘alaihi wa sallam, “Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi di waktu pagi dalam keadaan lapar dan kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya, dan Al-Hakim. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih).
Perumpamaan di atas menunjukkan bahwa yakinlah kepada Allah sebagai Maha Pengasih dan Penyayang, jangan bermalas-malasan, niscaya rezeki akan diberikan bagi hambanya layaknya Allah memberikan rezeki kepada burung.
(est)