LANGIT7.ID, Jakarta - Tak jauh dari Masjid Nabawi di Madinah, berdiri sebuah masjid bersejarah lainnya bernama Masjid Al Ghamamah. Terletak sekitar 300 meter barat daya dari pintu As-Salam, berdekatan dengan Masjid Abu Bakar Siddiq dan Masjid Ali Bin Abi Thalib.
Nama Al Ghamammah berarti tempat bernaung atau awan yang menaungi. Pada zaman Nabi, lokasi masjid ini merupakan tanah lapang yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan hingga ibadah yang dinamakan Al Mushalla.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah
Shalalllahu’alaihi wa sallam ketika melalui Al Mushalla, beliau akan menghadap kiblat dan berdoa. Di lahan tersebut Rasulullah melaksanakan Shalat Istisqo’ untuk memohon kepada Allah agar diturunkan hujan. Segera setelah pelaksanaan sholat awan mendung pun datang menggelayut disusul dengan turun-nya hujan.
Itu sebabnya sampai kini masjid ini disebut Masjid Al Ghamamah, mengabadikan peristiwa di masa Rosulullah tersebut. Dalam riwayat lain disebutkan, Al Mushalla merupakan tempat biasanya Rasulullah melaksanakan shalat Ied di empat tahun terakhir kehidupan Beliau. Saat itu, Rasulullah yang sedang menyampaikan khotbah Idul Fitri sementara para jamaahnya terlihat gelisah karena kepanasan. Kemudian datanglah mendung atau awan menaungi mereka hingga kutbah Rasulullah usai.
Masjid Al Ghamamah pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Madinah antara tahun 89 hingga tahun 93 Hijriah (jangan sampai keliru dengan Khalifah Umar Bin Khattab). Bangunan tersebut kemudian direnovasi oleh Sultan dinasti Mamluk, Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi sebelum tahun 761 Hijriah. Kemudian perbaikan perbaikan oleh Syarif Saifuddin Inal Al-Ala'i pada tahun 861 Hijriah.
Setelah itu, Sultan Abdul Majid I semasa kekuasaan Khalifah Islamiyah di Istabul – Turki pada tahun 1275 Hijriah / 1859 melakukan renovasi ke bentuk masjidnya seperti saat ini, selain perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid dan di renovasi kembali oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Saud, selaku Raja Saudi Arabia. Masjid Al Ghamamah kembali direnovasi secara menyeluruh oleh pemerintah Arab Saudi bersamaan dengan perluasan Masjid Nabawi.
(asf)