Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Omicron: Fakta yang Perlu Diketahui dari Varian Baru Ini

muhammad rifai akif Ahad, 12 Desember 2021 - 07:02 WIB
Omicron: Fakta yang Perlu Diketahui dari Varian Baru Ini
Ilustrasi peringatan varian baru Covid-19, Omicron. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - - Sejak penemuannya di akhir November, Omicron telah mengguncang pasar, menutup perbatasan negara dan mengirim para ilmuwan untuk mencari tahu perbedaannya dari varian virus Corona lain.

Mereka mencari tahu seberapa cepat itu menyebar dan apakah itu dapat dihindari dengan vaksin, perawatannya apakah lebih mudah daripada varian yang datang sebelumnya.

Omicron kini telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan varian yang juga dikenal sebagai B.1.1.529 ini harus menjadi perhatian, bukti menunjukkan bahwa ia membawa risiko lebih tinggi daripada jenis virus corona lainnya.

Baca juga: Vaksinasi dan Booster Bisa Minimalisir Penyebaran Omicron

Inilah data dan fakta terbaru seputar Omicron seperti dilansir dari laman The Wall Street Journal pada Sabtu (11/12/2021).

Apa yang di katakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan kemungkinan varian baru ini menyebar lebih mudah daripada virus aslinya dari Wuhan. tetapi seberapa mudah dibandingkan dengan Delta belum diketahui.

Pada hari Jumat (10/12), CDC mengatakan bahwa dalam analisisnya terhadap kasus Omicron pertama yang diketahui di AS, sejauh ini menyebabkan sebagian besar kasus ringan Covid-19 pada sekelompok kecil orang yang sebagian besar divaksinasi.

"Di antara 43 orang yang terinfeksi di 22 negara bagian dalam beberapa hari terakhir, ada satu rawat inap dan sejauh ini tidak ada kematian," kata CDC.

Seberapa efektif vaksin Covid-19 yang ada terhadap varian Omicron?

Para ilmuwan dan pembuat vaksin sedang berusaha untuk mencari tahu, menguji Omicron terhadap sampel dari orang-orang yang telah mendapatkan vaksin atau pulih dari Covid-19.

Pada hari Rabu, Pfizer Inc. dan BioNTech SE mengatakan dosis ketiga vaksin Covid-19 bisa menetralkan varian Omicron dalam tes laboratorium. Sedangkan perawatan medis dua dosis secara signifikan kurang efektif.

Dosis ketiga dapat meningkatkan antibodi 25 kali lipat dibandingkan dengan dua dosis, kata perusahaan. Namun, dua dosis vaksin mungkin terbukti efektif dalam mencegah penyakit parah.

Pada hari Jumat, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan bahwa analisis awal dari 581 orang dengan Omicron di Inggris menunjukkan bahwa vaksin secara signifikan kurang efektif dalam mencegah gejala virus dibandingkan pada orang dengan varian Delta. Namun, katanya, dosis booster vaksin Pfizer-BioNTech memulihkan efektivitas vaksin hingga 70% hingga 75%, terlepas dari vaksin mana yang digunakan untuk dosis pertama.

"Sejauh ini tidak ada rawat inap atau kematian akibat Omicron yang dilaporkan di antara kasus-kasus Inggris yang dianalisis," kata UKHSA.

Disebutkan mayoritas orang yang tercatat memiliki varian tersebut berada di kelompok usia yang lebih muda dan kurang rentan.

Penyintas Covid-19 apakah bisa terinfeksi ulang?

Para ilmuwan di Afrika Selatan, di mana sebagian besar kasus telah terdeteksi mengatakan, mereka melihat peningkatan jumlah orang yang terinfeksi ulang dengan Covid-19.

Ini menunjukkan bahwa varian baru mampu menghindari antibodi yang diproduksi selama infeksi masa lalu. Kemampuan Omicron untuk menginfeksi ulang adalah sesuatu yang tidak mereka lihat dengan varian virus corona sebelumnya.

Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa infeksi dan vaksin masa lalu seharusnya dapat mencegah Omicron menjadi penyakit parah dan rawat inap.

Apa gejala yang yang ditimbulkan dari varian Omicron?

Karena Omicron ditemukan baru-baru ini, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah varini ini menyebabkan pada gejala berbeda dari infeksi yang disebabkan oleh varian lain atau bisa membuat pasien kurang atau lebih sakit.

Laporan awal dari dokter di pusat wabah Afrika Selatan menunjukkan pasien datang dengan versi penyakit yang tidak terlalu parah. Namun, karena jumlah kasus yang sedikit dan pemantauan masih dalam tahap awal seiring perkembangan wabah, pola munculnya penyakit parah pada mereka yang lebih rentan memungkinkan muncul kembali dengan sendirinya.

Mengapa para ilmuwan khawatir?

Jika Omicron dapat menyebar lebih cepat dan mengalahkan Delta, ia akan dapat menginfeksi lebih banyak orang yang tidak divaksinasi atau yang lebih rentan terhadapnya, sehingga memberikan tekanan ekstra pada layanan kesehatan.

Mutasi yang ditemukan di Omicron termasuk beberapa yang telah terdeteksi sebelumnya dan beberapa yang belum. Beberapa mutasi yang diketahui telah membuat varian ini lebih mudah menular atau lebih mampu menghindari bagian dari respons imun yang dipicu oleh vaksinasi atau infeksi Covid-19 sebelumnya.

Para ilmuwan juga khawatir dengan peningkatan pesat kasus di Afrika Selatan sejak Omicron pertama kali terdeteksi.

Apa yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Omicron?

Pemerintah di seluruh dunia, telah membatasi perjalanan dari Afrika selatan, meskipun para ahli berselisih atas efektivitas larangan perjalanan tersebut menghentikan varian baru ini.

Di AS memberlakukan aturan tes COVID-19 negatif satu hari sebelum naik pesawat, terlepas dari status vaksinasi. Sedangkan di Israel akan melarang masuknya semua orang asing ke negara itu selama dua minggu.

Baca juga: Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Jepang menutup perbatasannya untuk orang asing, termasuk pelancong bisnis dan mahasiswa asing, hingga akhir tahun.

Penumpang yang memasuki Singapura melalui jalur perjalanan yang divaksinasi juga akan diminta untuk melakukan tes cepat antigen tiga dan tujuh hari setelah kedatangan mereka.

Mereka yang hanya transit juga harus mendapatkan hasil negatif dari tes pra-keberangkatan, sedangkan mereka yang masuk harus menjalani tes PCR pada saat kedatangan.

Kedatangan ke Inggris sekarang harus mengisolasi diri sampai mereka mendapatkan hasil negatif dari tes PCR yang diambil pada akhir hari kedua setelah kedatangan.

Irlandia juga mewajibkan penumpang luar negeri, termasuk mereka yang telah divaksinasi lengkap atau memiliki bukti pemulihan dari Covid-19, untuk memberikan hasil tes PCR negatif untuk masuk ke negara tersebut.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)