Langit7, Gowa - Pemerintah Kabupaten Gowa menggandeng investor sebagai upaya menunjang Pendapat Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata. Pemkab Gowa menggandeng PT. Wisata Sapta Pesona (WSP) untuk mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Gowa.
PT. WSP akan membangun Destinasi wisata Cimory Dairyland di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Proses pembangunannya telah dilakukan peletakan batu pertama, Senin, (15/11) lalu. Pembangunannya ditargetkan rampung 2023 mendatang.
PT. WSP sendiri menginvestasikan modal sebesar Rp20 miliar untuk industri pengolahan dan Cimory Dairyland.
Baca juga: DPR Dorong Pemanfaatan Potensi Geothermal untuk PariwisataBupati Gowa Adnan Puricta Ichsan menuturkan, masuknya PT. WSP mengembangkan usahanya di sektor pariwisata dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki kabupaten Gowa.
Adnan bilang, Cimory Dairyland akan mempromosikan hasil susu perah yang dikelola oleh perusahaan daerah dan masyarakat lokal di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Olahan susu tersebut dikemas dengan nama Malino Milk yang kualitasnya tidak jauh berbeda dari Cimory Milk.
“Jadi PT WSP ini adalah offteker yang akan membeli susu sapi perah yang dihasilkan peternak kita di Tombolo Pao. Sehingga nantinya ketika sapi perah ini berproduksi maka Perusda tidak lagi mencari pasar, tapi langsung dibeli oleh PT. WSP,” kata Adnan ketika peletakan batu pertama.
Bupati Adnan menyebutkan, olahan susu sapi perah yang akan dibeli pihak PT. WSP diperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 liter setiap harinya dengan standar yang telah ditentukan.
Baca juga: Pemuda Desa Sulap Tempat Sampah Jadi Tempat WisataSelain itu, masuknya PT. WSP diklaim mampu menyerap 60 hingga 70 persen tenaga kerja yang tinggal di sekitar wilayah pembangunan. Hal ini selain menarik wisatawan, juga memenuhi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami meminta pembangunan yang dilakukan ini bisa menyerap tenaga kerja dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar 60-70 persen. Sehingga nantinya kita bisa kerjasamakan dengan Disnakertrans dengan memberikan pelatihan sesuai kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan, ” terang Adnan.
Selain itu, kehadiran Cimory Dairyland diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan. Bahkan dapat didorong menjadi wisata unggulan.
Sebagai bentuk keseriusan pengembangan di sektor Pariwisata, Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni melakukan kunjungan kerja ke Cimory Dairyland Puncak di kawasan Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/12) lalu.
Kunjungannya tersebut dalam rangka melihat langsung serta mempelajari langsung konsep wisata Cimory Dairyland Puncak. Pasalnya wisata Cimory Dairyland pembangunan sementara berjalan di kabupaten Gowa.
"Beberapa waktu lalu kita sudah lakukan peletakan batu pertama pembangunan Cimory Dairyland di Kecamatan Parangloe, makanya kami datang untuk melihat bagaimana konsep yang ada disini agar yang kita bangun di Gowa nanti bisa lebih baik dan maksimal," ungkap Wabup Gowa.
Baca juga: 6 Wisata Edukasi Terbaik di Indonesia, Nomor 5 Ada Goa dan KemahKatanya, Cimory Dairyland di Kecamatan Parangloe diharapkan menjadi ikon wisata baru di Sulawesi Selatan. Sejauh ini konsep Cimory Dairyland di Gowa akan menjadi industri pengolahan susu sekaligus menjadi tempat wisata.
"Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian kita. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Pariwisata merupakan sektor yang juga sangat terdampak. Kita berharap kedepan sektor pariwisata kita semakin baik, sehingga juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Pada kunjungannya itu, Abdul Rauf bersama rombongan mengunjungi beberapa spot wisata di Cimory Dairyland Puncak Bogor, mulai dari cafe dan resto, tempat penjualan hasil olahan susu sapi perah, magic village serta De windmills yaitu hamparan ribuan kitiran berwarna warni.
(zul)