Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 11 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Nurhayati Subakat Pemilik Wardah Ternyata Lulusan Pesantren Dulunya Santriwati

Muhajirin Senin, 13 Desember 2021 - 10:59 WIB
Nurhayati Subakat Pemilik Wardah Ternyata Lulusan Pesantren Dulunya Santriwati
Pemilik Brand Kosmetik Wardah Nurhayati Subakat (Dok Paragon)
LANGIT7.ID - Siapa yang tak kenal Wardah Cosmetics? Sebuah brand kosmetik halal pertama di Indonesia yang mendunia dan ternyata buah tangan dari seorang alumnus pesantren. Nama di balik Wardah adalah Nurhayati Subakat. Wanita kelahiran 27 Juli 1950 itu merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.

Sosok Nurhayati merupakan salah satu pengusaha wanita sukses di Indonesia. Ia kini merupakan CEO PT Paragon Technology and Innovation, sebuah perusahaan yang mengelola merk Kosmetik Wardah, Make Over, dan perawatan rambut Putri.

Nurhayati terlahir dari keluarga pedagang dan pendakwah. Sang ibu merupakan pedagang kecil di pasar. Dari situ dia memiliki jiwa-jiwa entrepreneur. Sementara pikiran visioner didapat dari sosok sang yang ayah yang merupakan Ketua Muhammadiyah Sumatera Barat kala itu. Sang ayah juga dikenal sosok yang memiliki kepedulian tinggi.

Latar belakang itu yang membuat Nurhayati menjadi seorang santriwati di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri di Padang Panjang. Terlebih sang ayah merupakan tokoh agama setempat. Maka ia memilih pesantren sebagai tempat menuntut ilmu.

Baca Juga: Rumini Ternyata Alumni Pesantren

“Beliau (ayah) sosok yang visioner di mana menyampaikan imtaq dan imtek di tahun 60-an. Oleh karena kita sekolah tingkat SMP masuk ke pesantren putri, jadi saya alumni Diniyyah Putri. Beliu meninggal ketika saya masih SMP,” kata Nurhayati saat menjadi pemateri di Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch yang digagas Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), dikutip dari tugumalang.id, Senin (13/12/2021).

Lulus dari Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang, Nurhayati melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) di jurusan Farmasi. Di kampus itu pula ia bertemu lelaki yang kini jadi suami, yakni Subakat Hadi. Setelah menyelesaikan kuliah, ia pulang kampung ke Sumatera Barat dan bekerja di rumah sakit di Kota Padang sebagai apoteker.

Setelah itu, ia pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik terkenal sebagai staf quality control. Dari sini petualangan Nurhayati dimulai.

Awal Mula Wardah dan Inspirasi dari Pesantren Hidayatullah

Wardah berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation. Perusahaan kosmetik yang sudah berusia 36 tahun. Pada awalnya, Paragon hanya memiliki 2 karyawan yang berasal sebenarnya juga berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART).

Namun kini, perusahaan itu sudah menjadi perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia dengan karyawan mencapai 10 ribu orang. Luas pabrik mencapai 20 hektar. Bahkan di Malaysia, sudah menjadi produk kosmetik nomor 3 terfavorit.

Founder Paragon, Nurhayati Subakat, mengaku merintis usaha kosmetik itu tidak mudah. Ia pertama kali belajar berbisnis dari orang tuanya yang merupakan pedagang kecil di Padang Panjang.

Perjalanan Paragon dimulai pada 1985. Nurhayati pernah bekerja di industri kosmetik selama 5 tahun. Dari situ dia menemukan formula yang ia modifikasi. Itu yang menyebabkan formula Paragon tidak jauh berbeda dengan tempat dia bekerja. Hanya saja harga yang ditawarkan lebih murah.

“Alhamdulillah, waktu itu langsung disambut, terutama untuk produk kebutuhan salon-salon,” kata Nurhayati.

Pada 1990, dia mendapat ujian berat. Rumah dan tempat usahanya habis terbakar api. Kebakaran itu menyebabkan kondisi keuangan Paragon jadi minus karena memiliki hutang sama supplier, sedangkan piutang fakturnya banyak terbayar. Itu menyebabkan banyak yang tak mau membayar.

“Lalu yang saya pikiran kenapa saya bisa bangkit lagi, waktu itu saya memikirkan karyawan. Karena saya ingat sekali kejadian di bulan puasa pada Abril 1990, jadi kalau saya tutup mereka ga dapat THR,” kata Nurhyati.

Selain itu, dia juga memikirkan uang. Jika Paragon tutup, otomatis dia tidak bisa membayar utang. Itu menjadi motivasi Nurhayati untuk bangkit. Ia tak memikirkan diri sendiri, namun kepedulian kepada karyawan yang membuat dia bangkit tetap melanjutkan usaha.

Nurhayati mengaku mendapat banyak pertolongan Allah pada 1990 itu. Tanpa diduga ada kenalan yang meminjamkan tempat untuk memulai produksi lagi. Lalu, ada pula dari supplier yang turut membantu ketika membangun kantor.

Ada pula kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memberikan utang untuk usaha kecil. Kala itu, Nurhayati meminjam Rp50 juta. Namun pihak BI justru meminta Nurhayati mengambil Rp150 juta.

Ibu 3 anak itu lalu membangun pabrik kecil di daerah Tangerang di atas tanah seluas 1.500 m2. Pabrik itu selesai dibangun dalam satu tahun.

“Lalu di tahun 1995 kedatangan tamu dari Pesantren Hidayatullah, diberikan ide untuk kosmetik halal, sehingga lahirlah Wardah,” kata Nurhayati.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Hidayatullah: Pesantren yang Jadi Ormas Lalu Kelola Ratusan Pesantren

Meski begitu, usahanya tidak langsung sukses karena belum ada pengalaman. Demikian pula Pesantren Hidayatullah yang belum memiliki pengalaman dalam memasarkan kosmetik. “Di mana santri juga ga pakai kosmetik, sehingga gagal,” ucapnya.

Namun Nurhayati tak berhenti. Dia mulai mencoba membuat iklan di salah satu koran nasional. Dari iklan itu, mulai terlihat ada perkembangan. Pada 1998, terjadi krisis ekonomi yang melahirkan banyak pengangguran.

Namun Nurhayati mendapat berkah. Banyak orang yang bergabung dengan multilevel dan reselling di perusahannya. Hal itulah yang membantu perusahaan Paragon berkembang sangat cepat. Bahkan pada tahun itu, Paragon membangun pabrik kedua dengan luas 2-3 kali lebih besar dari pabrik pertama.

Pada 2002, anak pertama Nurhayati, Herman Subakat, ikut bergabung. Pada 2003, anak yang lain, Salman Subakat, mengikuti jejak Herman. Ibu dan dua anaknya itu lalu bersama-sama mengembangkan perusahaan tersebut.

Namun, pada 2004, ketiganya kembali mendapatkan cobaan dengan mengalami penurunan penjualan. Tapi pada 2005 Paragon kembali mendapatkan multilevel dari Sophie Martin. “Kemudian anak gabung bersama timnya, lalu diadakan banyak perubahan dan perbaikan mulai dari penjualan B to B jadi B to C,” ucapnya.

Pada 2009, Nurhayati mengadakan relaunching Wardah dengan pembaruan tagline dari ‘kometika suci dan aman’ menjadi ‘inspiring beauty’. Pembaruan itu dimaksudkan agar Wardah lebih modern. Pada tahun yang sama, hijabers booming. Pada saat itu hanya Wardah yang menjadi satu-satunya kosmetik halal yang menjawab kebutuhan para hijaber itu. Pada momen itu terjadi lonjakan penjualan kosmetik wardah.

“Kemudian di tahun 2010 pertumbuhannya cukup bagus, lalu di tahun 2010 keluar lagi Make Over,” kata Nurhayati.

Di tahun 2011, Nurhayati mengganti nama perusahaannya dari PT Pusaka Tradisi Ibu menjadi PT Paragon Technology and Innovation agar lebih modern dan menjangkau pasar global. Lalu pada 2014, timnya mengeluarkan produk Emina untuk remaja.

Momen itu pas. Di mana pada saat pandemi Covid-19 pada 2020, produk tersebut masih terus tumbuh karena salah satu brand yang menjual kebutuhan milenial. Pada 2017, Paragon me-launching shampo. 2018 mengeluarkan dekoratif instator fact. Pada 2019 mengeluarkan Kristal lulur untuk skin care premium.

“Kemudian di tahun 2020 di tengah pandemi kami mengeluarkan lagi produk baru dengan brand Kahf, ini Alhamdulillah juga disambut baik,” kata Nurhayati.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 11 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)