LANGIT7.ID, Jakarta - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali menemukan dua orang korban meninggal dunia akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, melaporkan hingga saat ini korban meninggal dunia mencapai 48 orang.
"Tim SAR menemukan dua orang korban meninggal dunia akibat APG Gunung Semeru dalam kondisi meninggal. Tim masih terus mencari korban lainnya yang belum ditemukan," kata Abdul dalam keterangannya, Selasa (14/12).
Baca juga:
Posko Penanganan Erupsi Semeru Layani Hewan Ternak WargaSelain itu, Abdul juga mengonfirmasi sebanyak 9.997 jiwa mengungsi di 148 titik pengungsian. Mayoritas warga mengungsi di Kabupaten Lumajang dengan jumlah penyintas 9.754 jiwa yang tersebar di 141 titik.
Dalam upaya penanganan darurat ini, pemerintah daerah mengaktivasi pos komando (posko) yang berlokasi di Kecamatan Pasirian. Posko Penanganan Darurat didukung dua Pos Sub Satgas I (Lumajang) yang berada di Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro dan Pos Sub Satgas II (Malang) di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.
Pos logistik bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Lumajang, sedangkan Pos Pendukung Lapangan berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.
Baca juga:
8 Hari Pencarian, Total Korban Meninggal Akibat Erupsi Semeru Berjumlah 46 JiwaSelain pada operasi pencarian dan pertolongan, Posko juga mengutamakan pelayanan kepada warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak abu vulkanik.
Pada upaya pelayanan warga, Posko utama tanggap darurat di Lumajang membuka pusat layanan atau call center di nomor 081234570077. Diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan dukungan pelayanan selama masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2021.
(sof)