Langit7, Jakarta - Pemerintah resmi menutup Program Kartu Prakerja tahun 2021, pada pukul 23.59, Rabu (15/11).
Meskipun telah resmi ditutup, Program Kartu Prakerja akan kembali dibuka di tahun 2022. Dilanjutkannya program ini, setelah pemerintah melakukan berbagai pertimbangan, seperti antusiasme dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pada malam hari ini pukul 23.59 WIB pendaftaran peserta baru akan ditutup untuk sementara. Saya mengucapkan sampai jumpa di Program Kartu Prakerja tahun 2022,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Baca juga: Airlangga: Tak Ada PPKM Level 4 dan 3 di Luar Jawa-BaliDiketahui, Program Kartu Prakerja tahun ini telah memberikan manfaat kepada 5.931.574 penerima, yang berasal dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Dengan berakhirnya tahun 2021, maka pada hari Rabu (15/12) Program Kartu Prakerja tahun 2021 resmi ditutup.
Pemerintah bakal meluncurkan kembali program tersebut sebagai dukungan terhadap masyarakat dalam menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19.
Program itu tidak hanya memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM, tapi juga insentif sebagai penunjang kebermanfaatan kemampuan yang telah didapat oleh para penerima.
Sebagai informasi, Ekosistem Kartu Prakerja dibangun melalui kemitraan multi-pihak. Terdapat 7 platform digital, 181 lembaga pelatihan yang menyediakan 663 pelatihan, 5 mitra pembayaran, 8 institusi pendidikan, 4 job platform yang saling terkoneksi, serta 8 Kementerian dan Lembaga dan 17 Pemerintah Daerah yang membantu menyediakan data.
Pada tahun 2021, penerima Kartu Prakerja juga sudah dapat melihat informasi lowongan pekerjaan yang bersesuaian dengan pelatihan yang telah diambil atau keahlian masing-masing. Sehingga menghubungkan antara sisi penawaran dan permintaan tenaga kerja.
Survei Angkatan Kerja Nasional, Agustus 2021, yang dirilis BPS juga menyebutkan, angkatan kerja yang mengetahui Kartu Prakerja mengalami peningkatan. Di mana 87,2 persen penerima menyatakan, bahwa pelatihan meningkatkan keterampilan kerjanya.
Baca juga: PIDI 4.0, Upaya Pemerintah Akselerasi Transformasi IndustriSelanjutnya, 27 persen Penerima Kartu Prakerja yang tidak bekerja pada Januari 2021, saat ini sudah bekerja atau berwirausaha. Untuk mendukung hal itu, pemerintah memberikan kemudahan akses permodalan usaha melalui program KUR.
“Program Kartu Prakerja membuktikan sebagai satu-satunya layanan publik secara digital dan menjadi terobosan kebijakan ekonomi yang berdampak, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan kewirausahaan,” kata Airlangga.
Selain itu, Program Kartu Prakerja juga disebut dapat mengakselerasi inklusi keuangan. Di mana 28 persen penerima Program Kartu Prakerja saat ini sudah memiliki rekening bank atau
e-wallet.
Anggaran Program Kartu Prakerja pada tahun 2022 sebesar Rp11 triliun. Pada semester 1 program ini masih akan menjalankan skema semi bansos dan di semester 2 akan dijalankan secara hybrid.
"Program ini juga terkait dengan inklusi keuangan yang bisa menjadi contoh dalam Presidensi G20 Indonesia. Di mana program ini bisa direplikasi oleh negara berkembang lainnya,” tambah Airlangga.
Baca juga: Pemerintah Minta Andil Generasi Muda Tegakkan Perekonomian di Era Digital(zul)