Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ramai di Dunia Maya, Bagaimana Adab Menyebarkan Foto Jenazah?

muhammad rifai akif Jum'at, 17 Desember 2021 - 15:20 WIB
Ramai di Dunia Maya, Bagaimana Adab Menyebarkan Foto Jenazah?
Seorang wanita dewasa yang terkejut melihat ponsel dari anaknya. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Dunia maya tengah diramaikan beredarnya foto jenazah mendiang Laura Anna yang sudah di make up sebelum dikremasi. Fotonya beredar hampir di setiap ranah media sosial apa pun.

Beredarnya foto-foto mendiang di media sosial menimbulkan pertanyaan, apakah boleh menyebar foto jasad yang sudah meninggal, sebagai tanda bela sungkawa? Bagaimana adab seorang muslim menyikapi ini?

Baca juga: Rahasia Rasulullah Didik Sahabatnya Jadi Manusia Baru Bangkitkan Peradaban Islam

Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Habib Nabiel Al Musawa mengatakan, dalam Islam ada istilah "tatabbu' Al uyub," yang artinya adalah mencari-cari atau membuka aib orang lain.

Contoh kongkritnya membuka aib atau 'tatabbu' al uyub,' adalah seperti orang sakit, orang yang kecelakaan, orang sedang marah atau sedang menangis kemudian disebar fotonya. Terlebih menyebar foto orang yang meninggal.

"Adab yang baik adalah baiknya jangan disebarkan, kecuali mendapatkan izin dari salah satu anggota keluarganya" kata Habib Nabiel.

Jadi, jika ada gambar mendiang Laura Anna baiknya sampai di layar handphone Anda saja dan pastikan untuk tidak disebar lagi.

Habib Nabiel mencontohkan saat kejadian Almarhum Syekh Ali Jaber, di mana saat kondisi kritis fotonya sempat tersebar dengan alasan minta doa dari seluruh kaum muslimin di Indonesia untuk mendoakannya.

"Waktu itu ada yang kasih pesannya semakin banyak doa semakin diijabah agar diangkat penyakitnya," ungkap Habib Nabiel.

Setelah ramai, ternyata foto itu sebetulnya tidak mendapatkan izin beredar dari keluarga.

"Akhirnya foto itu diturunkan, hanya sangat disayangkan, keluarganya jadi yang menanggung aib, karena fotonya sudah terlanjur tersebar." tambah Habib Nabiel.

Lalu bagaimana jika niatnya betul-betul baik ingin menjadikan almarhum sebagai tauladan dan ingin mengabadikan fotonya karena meninggal dalam kondisi yang baik, waktu yang baik, wajahnya pun tersenyum.

Fotonya akan disebar dengan pesan yang baik, karena amalan-amalannya yang mulia. Sehingga diharapkan bisa jadi pelajaran bagi yang lainnya saat memberitahukan. Contohnya seperti kematian Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial pada hari jumat pekan lalu persis sebelum khotbah.

Baca juga: 10 Adab Guru dalam Mengajar: Wajib Luruskan Niat dan Penuh Kasih Sayang

"Boleh saja yang penting sudah mendapatkan restu dari salah satu keluarganya." kata Habib Nabiel

"Jika kita pandai minta izinnya pasti akan dikasih, contoh kita angkat dulu. Sampaikan 'Bapak masih terlihat gagah sekali dan tersenyum sumringah, amalannya apa bisa seperti ini, izin bolehkah saya infokan amalan-amalan Bapak beserta foto bapak juga'." pungkasnya.

Kemudian bagi yang tidak mendapatkan izin secara langsung, lebih baik cukup dan tidak disebar lagi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)