LANGIT7.ID - , Jakarta - Perkembangan Islam di benua biru memang sedang pesat-pesatnya, khususnya di London Inggris. Menurut data Office of National Statistic (ONS) tahun 2019, jumlah muslim di London mencapai angka 3 juta jiwa.
Jika ditambah muslim yang tinggal di Skotlandia dan Wales maka jumlah tersebut menjadi 3.363.210. Jumlah ini setara 5,9 persen dari populasi total di Inggris sekitar 55,16 juta pada 2018.
Hal yang membanggakan berikutnya adalah saat ini Indonesia tengah membangun masjid pertamanya di London yang diberi nama Indonesia Islamic Centre (IIC).
Baca juga: Uniknya Masjid Muhammad Cheng Ho di Purbalingga yang Bernuansa ArwanaMasjid yang akan dibangun di atas tanah seluas 368,5 meter persegi ini membutuhkan dana sebesar 1.5 juta poundsterling atau sekitar Rp28,5 milyar.
Lokasi masjid sangat strategis, ada di 2 Clifford Way, Neasden, London. Bangunan berada di wilayah Neasden, di Borough Brent, Barat laut London (North West). Sekitar 9km dari pusat kota London.
Stasiun kereta bawah tanah terdekat adalah Neasden dan Dollis Hill underground station. Dari stasiun ke lokasi bangunan hanya memakan waktu tempuh 8 menit jalan kaki. Lokasi masih berada dalam lingkaran A406 dan dekat dengan awal A4088 yang langsung menyambung dengan jalan A5 dan langsung memberikan akses ke pusat kota London.
Untuk membangun masjid ini, seluruh orang Indonesia yang ada di Inggris dengan latar belakang yang beragam, bahu membahu turut serta ambil bagian.
Seperti PCI Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK), Muslimat NU UK, Muhammadiyah UK, KBRI London, Al-Washliyah UK, Pengajian Bulanan Masyarakat London, Annisa Rebana, KOBAR, dan HAI. Selain itu pembangunan masjid ini juga melibatkan beberapa lembaga amal, di antaranya NUCARE-Lazisnu, PPI UK, MES UK, Kitabisa, Masjid Istiqlal, serta Gusdurian Peduli.
Pembina Al-Washliyah UK Afrahul Fadhila mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di tanah air, ikut memberikan partisipasinya untuk pembangunan masjid ini. Tidak hanya mengajak, Fadhila juga menerapkan ke binaannya untuk memulai sedekah dari diri sendiri terlebih dahulu.
"Saya terus memberikan arahan kepada anggota untuk menyisihkan penghasilan mereka khusus untuk sedekah ke masjid ini yang pembangunannya sedang berlangsung." kata Fadhila.
"Karena sebagai investasi dakwah, sedekah ini tidak akan putus pahalanya." Imbuhnya.
Diketahui saat ini Al-Washliyah sudah dua kali menyerahkan hasil gabungan sedekah dari para anggotanya ke panitia pembangunan IIC.
Nantinya, masjid ini akan memiliki dua lantai dengan ruang utama di lantai dasar yang berkapasitas 440-520 orang. Dan lantai 1 sebagai ruang serbaguna dengan kapasitas 325-390 orang.
Saat ini IIC membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada, untuk juga bisa ambil bagian dari pembangunan masjid ini.
Eko Kurniawan, Ketua Penggalangan Dana IIC London mengatakan saat ini prosesnya baru sepakat untuk tempat itu dibeli dan dijadikan masjid.
"Kami masih mengumpulkan anggaran untuk melunasinya, kami membutuhkan 600 ribu poundsterling lagi (sekitar 11,4 milyar) dengan target pelunasan September 2022." Kata Eko.
Eko juga meminta dukungan dari semua kalangan agar bisa memiliki masjid yang bisa mendapatkan izin dari pemerintah setempat untuk shalat 5 waktu dan shalat Jumat.
"Saat ini yang kami gunakan ada rumah atau residence yang dijadikan seperti masjid." Kata Eko.
Baca juga: Masjid Salman ITB Sediakan Fasilias Mesin Air Siap Minum(est)