LANGIT7.ID, Washington DC - Senat Amerika Serikat (AS) menunjuk seorang muslim Amerika, Rashad Hussain, menjabat sebagai Duta Besar untuk Kebebasan Beragama Internasional. Penunjukkan tersebut merupakan momen bersejarah karena Hussain adalah muslim pertama yang menduduki jabatan itu.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mencalonkan Hussain pada Juli 2021. Hussain lalu memenangkan persetujuan Senat melalui voting dengan hasil suara 85 setuju dan 5 tidak setuju. Voting yang dilakukan pada Kamis (16/12/2021) menjadikan Hussein muslim pertama yang menduduki jabatan itu.
“Ini adalah hari bersejarah bagi komunitas muslim Amerika dan bangsa kita. Kami yakin bahwa dia akan membela kebebasan beragama semua komunitas yang terancam oleh kefanatikan di seluruh dunia, termasuk muslim Uighur yang menghadapi genosida oleh Partai Komunis CIna,” kata Wakil Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR), Edward Ahmed Mitchell, dikutip Anadolu Agency, Senin (20/12/2021).
Baca Juga: Parlemen AS Setujui RUU Berantas Islamofobia di Seluruh Dunia
Pada pemerintahan mantan Presiden Barack Obama, Hussein menjabat sebagai Utusan Khusus AS untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Utusan Khusus untuk Komunikasi Kontraterorisme Strategis, dan Wakil Penasehat Gedung Putih. Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS mengapresiasi terpilihnya Hussain sebagai duta besar kebebasan beragama.
“Dengan pengetahuan dan pengalamannya selama bertahun-tahun, Hussain berada di posisi yang tepat untuk memajukan promosi kebebasan beragama internasional oleh pemerintah AS,” kata Ketua Komisi Kebebasan Beragama Internasional, Nadine Maenza.
Saat Joe Biden mengumumkan pencalonan Hussein pada Juli lalu, Gedung Putih mencatat Hussein memiliki rekam jejak yang baik dalam melawan anti-semitisme dan membela minoritas agama di negara-negara dengan mayoritas Muslim.
Tak hanya itu, Hussein menguasai Bahasa Spanyol, Arab, dan Urdu. Namun tak kalah penting, ia seorang hafiz yang hafal 30 juz Al-Qur'an.
“Saya muslim Amerika, saya telah melihat dampak kefanatikan dan rasa bersalah oleh taktik asosiasi yang digunakan terhadap komunitas minoritas, termasuk pesan yang dikirimnya dan bahaya yang ditimbulkannya kepada kaum muda,” kata Hussain saat menyampaikan sambutan.
Mantan duta besar kebebasan beragama, Rabi David Saperstein, mendukung mendukung Hussain pada memegang jabatan itu. Dia menilai Hussain berkomitmen untuk melindungi hak-hak Kristen dan komunitas muslim.
“Hussain memiliki kredibilitas yang sangat besar di berbagai kelompok agama, dibangun di atas kepemimpinan selama bertahun-tahun dalam upaya kebebasan beragama. Pencalonannya telah membawa pujian antusias dari kelompok-kelompok mulai dari Komisi Etika dan Kebebasan Beragama dari Southern Baptist Convention dan Baptist World Alliance hingga Komite Yahudi Amerika, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik dan Persatuan Yudaisme Reformasi, serta pujian luas dari komunitas Muslim,” kata David.
(jqf)