LANGIT7.ID, Jakarta - Survei yang dilakukan developer antivirus Kaspersky menunjukkan lebih dari separuh anak di Asia Pasifik belajar menggunakan ponsel. Di seluruh kawasan Asia Pasifik, pembelajaran virtual terus menjadi norma yang dibutuhkan imbas pandemi Covid-19.
"Kami melihat ini masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena pandemi Covid-19 masih terus berlangsung," kata Managing Director Kaspersky Asia Pasifik, Chris Connell, dalam siaran pers, Selasa (20/7).
Menurut Chris Connell, perpindahan belajar ke metode dalam jaringan ternyata membawa sejumlah tantangan teknis, baik bagi anak yang belajar atau orang tua yang mendampingi. "Tiga dari lima anak, atau sekitar 60 persen dari responden, mengalami kesulitan teknis untuk tersambung ke pembelajaran online," terangnya.
Dalam survei yang berlangsung April-Mei lalu, Kaspersky menemukan 59% anak di Asia Pasifik belajar online menggunakan ponsel selama pandemi virus corona. dari jumlah tersebut, mayoritas anak, 79% dari responden, mendapat bantuan dari orang tua supaya gawai berfungsi. Sementara hanya 16% yang bisa mengutak atik gawai mereka secara mandiri.
Dari pembelajaran online ini, banyak keluarga yang terpaksa membeli gawai baru. Bahkan satu dari dua keluarga, 49% responden, yang memiliki anak dua atau lebih, harus membeli atau menyewa perangkat tambahan.
Menurut Kaspersky, angka ini tertinggi kedua setelah Afrika, 62 persen. Kawasan lainnya yang mengalami hal serupa adalah Amerika Latin (48%) dan Timur Tengah (42%).
Anak juga memasang aplikasi tambahan di ponsel supaya mereka bisa sekolah dari jarak jauh, antara lain 38% memasang aplikasi konferensi video, 43% mengunduh simulator interaktif dan program edukasi.
(sof)