LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Ketua MUI, Dr.KH.Anwar Abbas menyambut baik adanya rencana dari Kemenag untuk meliburkan anak-anak selama bulan puasa. "Ini patut di sambut gembira agar anak-anak tahu bulan puasa itu adalah bulan suci yang harus dihormati," ujar Kiai Abbas dalam pernyatannya kepada langit7.id, Rabu (1/1/2025).
Tetapi, menurut Kiai Abbas, adanya libur selama ramadhan itu bukan berarti anak-anak tidak belajar dan tidak akan mendapatkan pendidikan. Mereka tetap mendapatkan pendidikan dan menempuh proses pembelajaran yang dipantau dan diawasi oleh sekolah melalui media online.
"Hanya, tempatnya dipindah dari sekolah ke rumah dan ke tengah-tengah masyarakat. Ini penting dilakukan supaya anak2 , orang tua dan masyarakat juga benar-benar tahu dan memahami dengan baik bahwa tempat pendidikan dan pembelajaran itu selain di sekolah adalah juga di rumah dan di masyarakat," tandasnya.
Baca juga: Sekolah Umum Bakal Libur Sebulan Saat Ramadan, Ini Rencana Besar Kemenag Karena itu, ia setuju sekali dengan gagasan dari Kemenag tersebut asal saja pihak sekolah secara aktif melalui media online dan digital memberi arahan dan penilaian terhadap anak didik, orang tua dan masyarakat agar program tersebut benar-benar bisa berjalan dengan baik.
Menurut Kiai Abbas, ada beberapa jenis kecerdasan dan keterampilan yang ingin kita dapatkan dari sang anak selama libur puasa ini, yaitu terbentuknya kecerdasan dan keterampilan yang terkait dengan masalah-masalah penting. Menurut Kiai Abbas enam hal penting tersebut adalah:
Pertama, Spiritual. Misalnya mereka sholat 5 waktu dan mengaji di mesjid.
Kedua, sosial. Misalnya mereka terlibat dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti membersihkan mesjid, lingkungan sekitar.
Ketiga, seni budaya. Mereka dilibatkan dan terlibat dalam group group kesenian terutama terkait seni yg bersifat religious. Bahkan kita harapkan keterampilan seni mereka bisa dipertontonkan dalam acara nuzulul quran, misalnya.
Keempat, ekonomi dan bisnis. Anak didik diharapkan akan bisa terlibat dalam kegiatan produksi dan bisnis misalnya dg membuat dan menjual makanan serta minuman untuk berbuka puasa.
Kelima, politik dan hukum. Artinya anak-anak harus mendengar ceramah-ceramah yang sudah dibuat oleh pihak kemenag melalui medium youtube tentang arti pentingnya politik dan hukum bagi kehidupan masyarakat dan bangsa.
Keenam, kesehatan dan olah raga. Artinya anak-anak harus dibuat tahu tentang arti pentingnya kesehatan bagi mereka dan perlunya olah raga dan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Untuk itu pihak Kemenag dan sekolah sebaiknya mengkomunikasikan gagasan yang baik ini kepada anak-anak, orang tua dan masyarakat lingkungan supaya proses penyelenggaraan program ini dapat berjalan dengan baik.
"Adapun mengenai tujuan , materi, methode, proses belajar mengajar dan cara mengevaluasi program ini haruslah dipersiapkan panduannya oleh kemenag dan pihak sekolah agar program libur puasa tersebut benar benar berarti dan bermakna tidak hanya bagi sang anak tapi juga bagi orang tua dan masyarakat serta sekolahnya," katanya(*/saf)
(lam)