LANGIT7.ID, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan ketersediaan fasilitas karantina di sekitar pintu masuk Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya melayani kebutuhan para pelaku perjalanan internasional.
Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan berdasarkan data Traffic Quarantine dari Angkasapura II, memprediksi kenaikan kebutuhan fasilitas karantina di atas tanggal 20 desember 2021. Hal tersebut mengindikasikan bahwa animo masyarakat untuk melakukan perjalanan lintas negara masih tinggi.
"Terlepas dari alasan mobilitasnya, untuk mengakomodir kebutuhan tersebut Satgas Covid-19 bekerjasama dengan stakeholders terkait berupaya meningkatkan ketersediaan fasilitas karantina di sekitar wilayah pintu kedatangan baik udara, laut dan darat," kata Wiku dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, seperti dikutip Jumat (24/12).
Baca juga:
Antisipasi Kebutuhan Karantina TKI, BNPB Siapkan Tambahan RusunUntuk memastikan fasilitas karantina berjalan dengan baik, Wiku mengatakan Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung fasilitas karantina yang ada di Rusun Nagrak Cilincing, Rusun Daan Mogot, dan LPMP DKI Jakarta.
Terbaru dilakukan penambahan fasilitas karantina di DKI Jakarta sebagai salah satu pintu kedatangan internasional yaitu di Rusun Daan Mogot dan LPMP DKI Jakarta.
"Kedepannya pemerintah akan terus mengawasi baik angka kapasitas dan ketersediaan karantina sekaligus standar fasilitasnya," lanjut Wiku.
Baca juga:
Satgas Covid Keluarkan Tarif Baru Kamar Hotel untuk Karantina MandiriSelain meninjau fasilitas karantina, Ketua Satgas juga memantau implementasi alur skrining kesehatan agar dapat berjalan kondusif di lapangan. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan akibat antrian panjang penumpang.
Untuk itu dipersiapkan alur khusus mobilisasi dari turun pesawat sampai menuju tempat karantina untuk menekan potensi penularan semaksimal mungkin. Dari pantauan, menunjukkan kondisi bandara Soekarno - Hatta cukup kondusif dan terkendali.
"Dan kami kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak. Jika hendak melakukan wisata maka sebaiknya memanfaatkan objek wisata di dalam negeri dan tetap disiplin protokol kesehatan," ucap Wiku.
(sof)