LANGIT7.ID - , Jakarta - Tahun ini Indonesia memberangkatkan sebanyak 100.051
jemaah haji ke Tanah Suci. Sebanyak 390 jemaah kelompok terbang
(kloter) 1 Embarkasi Solo (SOC) akan terbang ke Tanah Air dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (15/7/2022) pukul 05.10 WAS.
Terkait kepulangan jemaah haji, Kepala Pusat Kesehatan Haji
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana mengatakan tidak ada
karantina terpusat bagi jemaah haji yang pulang ke Indonesia.
Baca juga: Usai Jalani Karantina, Timnas U-19 Gelar Latihan Perdana di Korsel“Tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jemaah haji, yang ada adalah pengawasan kesehatan secara mandiri di daerah masing-masing,” ujar Budi pada konferensi pers Kamis (14/7/2022) secara virtual.
Budi menjelaskan jemaah haji tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa, namun bagi yang sakit diminta agar segera memeriksakan diri ke
fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pengontrolan kesehatan.
Hal ini merupakan bagian upaya pendeteksian dini pencegahan penularan penyakit di Tanah Air. Pengawasan kesehatan di bandara di Indonesia dilakukan melalui pengecekan suhu dengan menggunakan
thermal scanner dan
thermal gun.Selian itu, petugas akan memeriksa tanda dari gejala penyakit menular yang berpotensi terjadi wabah termasuk
COVID-19. Apabila ditemukan gejala COVID-19 atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius maka akan dilakukan pemeriksaan
PCR.
Baca juga: Aturan Baru Kemenhub, Karantina PPLN Hanya 3 HariBudi melanjutkan, bagi jemaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing. Jemaah diminta untuk mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji dan melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri.
“Pengawasan kesehatan secara mandiri ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya infeksi penyakit menular di antaranya COVID-19, meningitis MERS-CoV, polio, dan penyakit yang lain,” kata Budi.
(est)