LANGIT7.ID, Surabaya - Muslimah Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, Ph.D, meminta masyarakat tetap mewaspadai varian Omicron yang sudah masuk ke Tanah Air. Meski tak separah varian Delta, namun Omicron memiliki tingkat penularan 5 kali lipat.
"Varian omicron saat ini masih dianalisis menunjukkan tidak separah delta. Dari data orang yang dirawat dengan gejala dan varian omicron. Tetapi yg teramati tingkat penularannya lebih tinggi 5 kali dibandingkan dengan delta," kata Laura kepada LANGIT7.ID, Sabtu (25/12/2021).
Laura meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mengantisipasi penyebaran tersebut. Berbagai hal bisa dilakukan, seperti menyediakan fasilitas kesehatan yang cukup.
"Tetapi dengan daya tular yang meningkat dan tidak ada upaya intervensi yg dilakukan untk menghentikan penyebaran maka bisa saja kasus meningkat dan fasilitas kesehatan bisa mengalami overload sperti sebelumnya," ucap Laura.
Laura menjelaskan, tingkat penularan varian itu lebih cepat. Selama 2 tahun pandemi Covid-19 ini memberikan ruang untuk virus bisa beradaptasi.
"Pada akhirnya virus bisa menempel kuat dengan reseptor ACE2, karena adanya mutasi pada bagian RBD spike protein. Ini yang juga pada akhirnya menyebabkan peningkatan transmisi," ucap Laura.
Kementerian Kesehatan RI mencatat total kasus konfirmasi positif varian Omicron di Indonesia hingga Jumat (24/12/2021) telah mencapai 19 orang.
Kasus itu meningkat setelah diketahui adanya tambahan kasus baru Omicron di Tanah Air pada Jumat berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing. Kesebelas kasus konfirmasi baru Omicron itu merupakan imported case atau berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Saat ini semua pasien menjalani karantina di Jakarta.
(jqf)