Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Keutamaan Membaca Al-Quran, Syafaat Saat Kiamat hingga Bisa Sederajat dengan Malaikat

Muhajirin Senin, 27 Desember 2021 - 08:07 WIB
Keutamaan Membaca Al-Quran, Syafaat Saat Kiamat hingga Bisa Sederajat dengan Malaikat
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Tidak ada kerugian sedikitpun bagi orang yang membaca Al-Qur’an. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, mengatakan, salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an adalah memperoleh derajat seperti para malaikat, karena berurusan dengan wahyu atau kalamullah.

Imam Nawawi bahkan menulis satu bab khusus tentang keutamaan membaca Al-Qur’an dalam Kitab Riyadhus Shalihin. Dalam bab tersebut, Imam Nawawi meriwayatkan 11 hadits yang mengungkapkan keutamaan membaca Al-Qur’an.

Setiap hadits mengungkap fadhilah atau keutamaan yang bakal diperoleh bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an. Bahkan, bagi orang yang belum mampu membaca dengan benar sekalipun akan mendapatkan pahala.

Berikut beberapa keutamaan membaca Al-Qur’an:

1. Al-Qur’an Akan Jadi Syafaat di Hari Kiamat

عن أَبي أُمامَةَ رضي اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم .

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, katanya: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat -yakni pertolongan- kepada orang-orang yang memilikinya.” (Riwayat Muslim) Maksudnya kata “memilikinya” ialah membaca al-Quran yang dilakukan dengan mengingat-ingat makna dan kandungannya lalu mengamalkan isinya, mana-mana yang merupakan perintah dilakukan dan yang merupakan larangan dijauhi.

Buya Yahya menjelaskan, Al-Qur’an pada hari kiamat akan datang pada hari kiamat menjadi pembela bagi orang yang suka membacanya.

“Yang membaca A-Qur’an nanti akan tertolong, maka Untuk bisa membaca Al-Quran maka harus belajar membaca Al-Qur’an. Pada saat itu, tidak ada lagi pertolongan kecuali pertolongan yang memang sudah disebutkan oleh Allah,” kata Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Al-Bahjah TV, Senin (27/12/2021).

Bacaan Al-Qur’an akan memberikan pertolongan, sehingga akan mempercepat langkah di Padang mahsyar, mengurangi panas padang mahsyar, memberatkan timbangan amal kebaikan, dan mengantar ke telaga khusus baginda Rasulullah SAW.

“Maka perbanyaklah baca Al-Qur’an. Jangan lewat hari kecuali kita sudah membaca Al-Qur’an, seberapapun yang kita baca. Alangkah banyak orang yang setiap hari tidak pernah lepas dari baca koran, majalah, WA, tapi meninggalkan membaca Al-Qur’an. Itu godaan, memang begitulah setan menggoda manusia dengan cara yang halus,” kata Buya Yahya.

وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : «يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورة البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ ، تحَاجَّانِ عَنْ صاحِبِهِمَا » رواه مسلم .

Dari an-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu anhu, katanya: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demikian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-Imran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya -yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan-. (Riwayat Muslim).

Ibarat sebuah pengadilan, saat tiba masa dipanggil untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan di dunia, Al-Qur’an akan mendampingi para pembacanya sebagai pembela. Setiap kali ada amalan yang memberatkan timbangan kiri, Al-Qur’an akan membela dengan baca-bacaan ayat-ayat suci selama di dunia.

“Surah Al-Baqarah itu akan datang, adapun datangnya tidak perlu bertanya. Yang jelas surah-surah akan datang akan membela pembaca Al-Quran untuk meringankan hisab,” ucap Buya Yahya.

2. Belajar dan Mengajar Al-Qur’an Sebaik-Baik Manusia


وعن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ رواه البخاري .

Dari Usman bin Affan radhiyallahu anhu, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula -kepada orang lain-.” (Riwayat Bukhari)

Sebaik-baik bacaan adalah kalamullah, dan di dalam Al-Qur’an adalah sumber segala ilmu. Segala ilmu ada di dalam Alquran, maka mengajarkan Alquran adalah sebaik-baik manusia. Orang yang mengatakan ini Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Adapun belajar Alquran nanti ada dua, belajar mengucapkan lafadznya dan belajar memahami isinya, yaitu tadabbur. Ada orang yang langsung mengambil dua, belajar membaca dan langsung memahaminya. Ada orang yang hanya membacanya saja, tapi belum sempat lebih jauh mendalami. Itu sudah mendapatkan keutamaan,” ucapnya.

3. Sederajat dengan Para Malaikat

وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ ، والذي يقرَأُ القُرْآنَ ويتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ له أجْران » متفقٌ عليه .

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia berbolak-balik dalam bacaannya -yakni tidak lancar- juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)

“Orang yang membaca Alquran dengan baik, maka keutamaannya sama seperti malaikat, karena ini berurusan dengan wahyu,” kata Buya Yahya.

Membaca Al-Qur’an sungguh Indah. Dalam proses belajar pun dan masih terbatah-batah dalam membaca tetap akan mendapatkan pahala. Ini berbeda dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan, jika tidak memahami maka tidak akan mendapatkan faidah.

“Lalu bagaimana ibu-ibu yang baru belajar membaca Alquran, bacaan belepotan, kita punya nabi punya kasih. Yang membaca Alquran, kata nabi, belepotan, akan mendapatkan dua pahala. Tidak masalah membaca belepotan, yang tidak boleh adalah sudah pintar tapi membacanya disalah-salahin,” ucapnya.

Maka, tidak perlu ragu jika belum mampu membaca Al-Qur’an berdasarkan ilmu tajwid. Terus belajar, karena Allah akan mencatatkan pahala pada setiap huruf yang dibaca.

“Jadi, siapapun yang baca Al-Qur’annya masih patah-patah, jangan ragu. Yang tidak boleh, tidak belajar, yang main main dalam membaca Alquran. Kalau salah, dengan tidak disengaja karena kemampuannya seperti itu, maka dia mendapatkan åpahala, dengan catatan tetap harus memperbaiki bacaannya, mengambil guru yang bisa menuntun untuk bisa belajar lebih baik lagi,” ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)