Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Prospek Masih Cerah, Pemerintah Dorong Industri Pengolahan Buah Segar

mahmuda attar hussein Senin, 27 Desember 2021 - 11:15 WIB
Prospek Masih Cerah, Pemerintah Dorong Industri Pengolahan Buah Segar
Buah segar. Foto: Langit7/Istock
Langit7, Jakarta - Industri pengolahan buah semakin mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak, baik konsumen mau pun pemerintah.

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara produsen buah segar terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 24,9 juta ton per tahun. Berdasarkan data world fruit map, Indonesia menempati posisi ke-8 dunia.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kebijakan hilirisasi industri. Hal itu dilakukan guna meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, sekaligus mendukung program substitusi impor.

“Kebijakan hilirisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat struktur, dan menumbuhkan populasi industri, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika melalui keterangan tertulis, Minggu (26/12).

Baca juga: Ini Program KNEKS Wujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sebagai negara tropis, Indonesia berpotensi besar dalam upaya pengembangan industri berbahan baku buah, seperti minuman sari buah, produk buah dalam kaleng, manisan buah, selai dan lainnya.

Dengan produksi buah segar yang besar itu, menjadikan pengembangan usaha industri pengolahan buah di tanah air masih prospektif. Artinya, peluang sektor hulu ini perlu dioptimalkan dengan mendorong tumbuhnya industri sampai ke hilir.

“Kebutuhan sektor industri hilir terhadap buah segar masih sangat tinggi, karena permintaan pasar, khususnya domestik, juga masih sangat tinggi. Untuk itu, perlu memperkuat peran industri penghasil konsentrat atau puree buah sebagai penghasil bahan baku untuk industri hilir,” jelasnya.

Indonesia sendiri telah memiliki enam industri pengolahan buah skala kecil dan menengah. Dengan total kapasitas produksi sebasar 5.500 ton per tahun.

Sementara di sektor hilir, terdapat 41 perusahaan dengan total kapasitas produksi mencapai 430.000 ton per tahun. Dengan kontribusi terhadap devisa melalui total nilai ekspornya sebesar USD280 juta.

“Kami sedang fokus untuk menekan impor produk, dengan memacu kualitas buah segar lokal dan meningkatkan produktivitas sektor hulu. Serta mendorong peningkatan kapasitas industri, termasuk memberdayakan peran koperasi sebagai mitra industri pengolahan buah,” ujarnya.

Baca juga: Penyedia Jasa Pengiriman Paket Besar Kini Lirik UMKM untuk Perluas Pasar

Pihaknya mengaku telah melakukan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan kinerja industri pengolahan buah.

Di antaranya seperti mengelola kestabilan produktivitas dan pasokan bahan baku berkualitas, tersedianya infrastruktur daerah penghasil hortikultura untuk efisiensi biaya logistik, serta infrastruktur pasca-panen seperti cold storage, rumah pengemasan, dan gudang buah segar.

“Kami juga mendorong industri pengolahan buah dapat mengadopsi teknologi digital dalam proses produksinya. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan daya saingnya," ujarnya.

Hal itu dilakukan demi mendorong industri makanan dan minuman yang juga mendapatkan prioritas pengembangan industri 4.0.

Baca juga: Kapal Tangker Pertamina Disewa Produsen Energi Terbesar Dunia

Dia menambahkan, jika upaya itu berjalan optimal, maka diyakini dapat meningkatkan kinerja industri pengolahan buah. Juga termasuk mendongkrak pendapatan para petani, serta menumbuhkan wirausaha baru.

“Apalagi, industri pengolahan buah dan diversifikasi produknya sudah mulai berkembang, dengan penambahan nutrisi dan berbagai vitamin pada produk tersebut,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)