LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatatkan adanya peningkatan terhadap realisasi investasi di sektor pariwisata. Tak tanggung-tanggung, peningkatan mencapai Rp14,9 Triliun.
Hal tersebut disampaikan oleh Menparekraf Sandiaga Uno dalam jumpa pers akhir tahun (JPAT) yang digelar secara virtual, Senin (27/12).
"Ini capaian yang menurut saya membanggakan. Peningkatan juga berkontribusi terhadap realisasi investasi nasional sebesar 3,36 persen," kata Sandiaga Uno.
Untuk penanaman modal asing (PMA), Sandiaga menjelaskan nilainya mencapai Rp2,94 triliun. Dengan rincian Singapura sebesar Rp1.494,49 miliar, Inggris Rp202,26 miliar, dan Prancis Rp144,74 miliar.
Baca juga:
Kemenparekraf Dukung Pengembangan Wisata Ponpes KH Maruf AminBeberapa jenis usaha yang menjadi tempat penanaman investasi seperti hotel bintang Rp1.335,31 miliar, restoran dan penyediaan makanan keliling Rp754,75 miliar, serta penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya Rp468,21 miliar.
Sementara untuk tiga besar dari tujuan PMA berasal dari DKI Jakarta Rp1.083,86 miliar, Bali Rp716,40 miliar, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp410,35 miliar.
Terkait penanaman dalam negeri tercatat mencapai Rp11,96 triliun. Dengan rincian hotel bintang Rp6.508,18 miliar, kawasan pariwisata Rp2.860,11 miliar, dan penyediaan minuman Rp882,33 miliar menjadi yang tertinggi dari segi jenis usaha.
Sedangkan tiga daerah tujuan terbesarnya yakni dari Banten Rp2.512,80 miliar, DKI Rp1.902,22 miliar, serta Jawa Timur Rp1.511,49 miliar.
Baca juga:
Sandiaga Uno Sebut Industri Gim Mampu Wujudkan Cita-Cita Indonesia Emas 2045Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyampaikan terkait nilai devisa pariwisata yang diprediksi menyentuh angka 0,47-1,7 miliar dolar AS pada tahun 2022. Selanjutnya ialah kontribusi produk domestik bruto yang diestimasi mencapai 4,3 persen, lalu nilai ekspor produk ekonomi kreatif senilai 21,28 miliar dolar AS.
"Jumlah wisatawan mancanegara selalu kita kejar. Tapi kali ini begitu kita lihat angka di tahun 2020 mencapai 4,05 juta orang, di tahun 2021 diperkirakan 1,5 juta orang, di tahun depan kita fokuskan di 1,8-3,6 juta," ujar Sandiaga.
Lebih lanjut, ia mengandalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan menyentuh 260-280 juta pergerakan pada tahun depan dan nilai tambah ekonomi kreatif yang mencapai Rp1.236 triliun.
"Hal itu yang membuat Indonesia kini berada di posisi tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-pop," imbuhnya. (Sumber: Antaranews)
(sof)