Langit7, Jakarta - Bicara soal buah hati, setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya. Namun, diperlukan kepekaan dalam memberikan suatu hal kepada sang anak, khususnya soal mainan.
Sebagian orang tidak bisa menghindari dalam memberikan gadget sebagai mainan anak. Padahal, di usia emasnya, anak-anak ini membutuhkan mainan yang juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan otak dan motorik mereka.
Alternatif lain dari gadget, yakni mainan baca tulis hitung (calistung). Melalui mainan ini, anak-anak dapat terangsang aktif untuk bermain sekaligus belajar.
![Jaga Ibadah Sunnah, Usaha Mainan Anak Ini Berkembang Pesat]()
Hal itulah yang menjadikan muslim asal Depok, Solahudin Fuadi tetap konsisten mengembangkan usahanya.
Baca juga: Prospek Masih Cerah, Pemerintah Dorong Industri Pengolahan Buah SegarDia menjalankan usahanya yang bergerak di sektor industri kreatif, yakni sebagai produsen mainan anak-anak. Dengan brand Haula Toys, mainan yang diciptakan berbahan baku kayu.
Bukan mainan biasa, Haula Toys berupaya menciptakan mainan edukasi bagi anak-anak. Diharapkan, melalui mainan itu dapat mengembangkan kecerdasan otak dan motorik bagi tumbuh kembang anak usia belia.
"Perusahaan saya ini bergerak dibidang mainan edukasi. Fisiknya dari kayu dan kita rintis sejak tahun 1998, semenjak anak pertama saya lahir, yang namanya Haula Fauziana," ujarnya dikanal YouTube JagaLilin.
Dalam menjalankan usahanya itu, Fuadi dibantu bersama sang istri, sehingga konsep usahanya dapat dikatakan couplepreuneur.
"Alhamdulillah sudah hampir 22 tahun kita eksis di usaha mainan ini," tambahnya.
Baca juga: Hobi Main Gim, Santri Ini Manfaatkan Peluang Mata Uang DigitalAdapun salah satu produk mainan yang dihasilkannya yakni puzzle angka dan huruf, untuk melatih kemampuan calistung bagi anak usia dini.
![Jaga Ibadah Sunnah, Usaha Mainan Anak Ini Berkembang Pesat]()
Saat ini, Haula Toys telah memproduksi lebih dari seribu item mainan anak-anak. Selain menawarkan produksnya ke berbagai toko mainan, muslim 51 tahun itu juga menggunakan sarana media online untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau konsumen lebih luas.
"Untuk kompetitor yang juga menjual produk sejenis, maka kami menggunakan strategi khusus dalam pemasaran. Selain itu, kita juga perlu untuk terus berinovasi dalam berkarya untuk terus berada di puncak persaingan usaha," katanya.
Muslim kelahiran Pekalongan itu mengaku hanya bermodalkan Rp400 ribu sejak mulai merintis usahanya. Kini, seiring meningkatnya orderan, dia telah melayani transaksi hingga miliaran rupiah.
"Capaian itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kita perlu tahu mapping bisnis. Jadi kita menyasar kepada pasar yang tepat," jelasnya.
Baca juga: Tangkap Peluang, Santri Ini Sukses Kembangkan Bisnis Digital AgencyBahkan, muslim tiga anak ini juga telah menjadwalkan untuk melakukan ekspor ke Korea Selatan, sebanyak satu kontainer pada pertengahan tahun mendatang.
![Jaga Ibadah Sunnah, Usaha Mainan Anak Ini Berkembang Pesat]()
Untuk itu, lanjut dia, dalam menjalankan bisnis yang pasti mengalami fase naik-turun diperlukan mental kuat dari orang yang menjalankannya.
"Sebagai pengusaha, terutama muslim, kita perlu menjaga bisnis kita dihadapan Allah, yang saya lakukan yaitu mejaga salat rawatib. Sudah dipastikan sebagai laki-laki kita harus berusaha untuk selalu ke masjid," ujarnya.
"Ditambah lagi dengan puasa senin dan kamis, karena itu juga yang saya jalankan sampai sekarang. Alhamdulillah istri sudah mengikuti dan anak-anak saya juga sudah mulai belajar puasa senin dan kamis. Tentu tidak lupa salat dhuha dan tahajjud, serta perbanyak istighfar," tambahnya
(zul)