LANGIT7.ID - Olahraga bukanlah kegiatan yang asing bagi umat Islam. Ia sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim agar memiliki raga yang sehat. Rasulullah SAW sendiri bahkan merupakan olahragawan yang sangat ahli dalam beberapa cabang olahraga.
Rasulullah terkenal sebagai pemanah yang handal dan memiliki tiga busur panah. Memanah pada masa beliau merupakan keahlian lazim setiap muslim. Selain memanah, gulat juga menjadi salah satu olahraga populer pada masa beliau.
Pada zaman kejayaan Islam (sekitar 750-1924), kekuatan para prajurit Islam bertumpu pada keahlian berkuda, memanah, dan berenang. Piawai dalam berenang ternyata mampu mengantarkan pasukan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel pada abad ke-14.
Olahraga-olahraga itu selain bekal untuk para prajurit muslim, juga menjadi ajang untuk menjaga kesehatan tubuh. Tak heran jika olahraga-olahraga pada masa Rasulullah dan era kejayaan Islam terus dilestarikan hingga kini.
Baca Juga: Olahraga Sangat Dianjurkan dalam Islam, Dicontohkan Rasul hingga Ikut Kompetisi
Nah, berikut ini LANGIT7.ID telah merangkum ragam olahraga di masa Rasulullah SAW.
1. BerkudaBerkuda memerlukan
skill. Olahraga satu ini dianjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad dan sangat populer bagi kalangan umat Islam hingga kini. Berkuda tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tapi dengan adanya interaksi dengan kuda akan meningkatkan insting dan hubungan manusia terhadap hewan, terutama hewan peliharaan.
Anjuran berolahraga kuda ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah berkata, “Ajarkanlah anak-anakmu berenang dan memanah, dan perintahkanlah mereka supaya melompat di atas punggung kuda.”
2. MemanahMemanah membutuhkan ketangkasan, konsentrasi, dan ketepatan bidikan. Rasulullah menganjurkan olahraga ini karena tak hanya memerlukan kekuatan fisik, tapi butuh konsentrasi tinggi agar mampu membidik tetap sasaran. Memanah juga melatih agar bisa mengendalikan diri.
Bahkan, olahraga memanah menjadi salah satu senjata prajurit muslim saat berada di medan perang. Memanah menjadi satu ‘kekuatan’ umat Islam dalam meraih kemenangan. Seperti termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfal ayat 60, Allah berfirman:
“Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatan yang kamu sanggup..”
Arti dari ‘kekuatan’ pada ayat itu ditafsirkan oleh Rasulullah SAW. “Ketahuilah bahwa yang dimaksud ‘kekuatan’ itu adalah memanah, beliau ucapkan kata-kata itu hingga tiga kali.” (HR Muslim).
3. BerenangBerenang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullah. Memang, renang memiliki beragam manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Renang juga sangat efektif dalam membakar kalori tubuh.
Sebuah hadits menyebutkan, dari Jabir bin Abdillah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan. Kecuali empat perkara, yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan berenang.” (HR An-Nasa’i).
Baca Juga: Adab Berolahraga dalam Islam, Niat karena Allah hingga Menjunjung Sportivitas
4. Gulat Rasulullah SAW sangat jago bergulat. Hal itu dijelaskan dalam Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Tahqiq al-Halabi, 1: 390-391. Pada kitab itu diriwayatkan Ibnu Ishaq, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menantang gulat seorang laki-laki paling kuat dari suku Quraisy bernama Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf al-Muthalibi.
Salah satu kunci yang menjadi kesepakatan dalam pertarungan gulat itu, jika Rasulullah menang Rukanah akan dengan suka rela masuk Islam. Benar saja, meski Rukana terkenal dengan kekuatannya, namun tak berdaya melawan Nabi Muhammad. Bahkan diriwayatkan jika pertandingan itu diulang hingga dua atau tiga kali.
5. Lari Lari merupakan olahraga praktis yang menjadi salah satu anjuran Rasulullah SAW. Olahraga ini tak mahal, bahkan tidak memerlukan biaya sepeser pun. Hanya perlu niat dan berlari keliling kompleks.
Suatu ketika, Rasulullah pernah menyetujui keinginan para sahabat untuk mengadakan lomba lari. Rasulullah juga ikut dalam perlombaan itu bersama sang istri, yakni Aisyah.
Dari Aisyah mengatakan apabila, “Rasulullah SAW bertanding denganku dan aku menang. Kemudian aku berhenti, sehingga ketika badanku menjadi agak gemuk, Rasulullah SAW bertanding lagi denganku dan ia menang.” HR Ahmad dan Abu Daud).
6. Jalan CepatPara sahabat menyebutkan, Rasulullah SAW merupakan sosok yang sangat suka berjalan cepat. Dalam sebuah hadits dijelaskan, cara berjalan nabi seolah-olah berjalan di jalan menurun, dan para sahabat memerlukan usaha yang cepat untuk mengikuti langkah demi langkah Baginda Nabi Muhammad SAW.
“Tiada satu pun kulihat lebih indah daripada Rasulullah SAW seolah-olah mentari beredar di wajahnya. Juga tiada seorang pun yang kulihat lebih cepat jalannya daripada Rasulullah SAW seolah-olah bumi ini dilipat untuknya. Sungguh, kami harus bersusah payah melakukan hal itu, sedang Rasulullah tidak mempedulikannya.” (HR Tirmidzi).
(jqf)