LANGIT7.ID - Dalam Islam, olahraga merupakan bagian dari tarbiyah jasadiyah atau melatih jasmani untuk menguatkan diri dalam beribadah kepada Allah Ta'ala. Ini terlihat dari berbagai olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Misalnya olahraga berkuda dan memanah. Dua olahraga itu menopang para prajurit musim agar bisa membela agama Allah di medan perang. Demikian pula berenang yang membantu pasukan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel.
Hingga kini, olahraga menjadi anjuran penting agar umat Islam bisa kuat secara fisik dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ada beberapa adab yang perlu diperhatikan dan tetap perlu dijaga sebagai seorang muslim.
Nah, berikut ini beberapa adab dalam berolahraga dalam Islam:
1. Niat Ibadah dan Taat kepada Allah Ta'alaNiat menjadi penentu sebuah perbuatan bernilai ibadah atau tidak. Setiap tindak laku seorang muslim bisa bernilai ibadah jika dimaksudkan untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya.
Maka, niat untuk melakukan ketaatan kepada Allah menjadi penting bagi seorang muslim saat hendak berolahraga. Dengan begitu, olahraga yang baik adalah olahraga yang diniatkan untuk menjamin kesehatan dan tetap prima saat beribadah.
Niat karena Allah Ta'ala sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim.
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju."
2. Tetap Menutup AuratBanyak olahraga yang dilakukan dilakukan di luar ruangan. Sehingga, saat berolahraga, seorang muslim yang sudah baligh harus menutup aurat. Aurat muslimah adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, sedangkan aurat muslim laki-laki adalah dari pusar sampai ke lutut.
Imam An-Nawawi berkata, "Mayoritas ulama berpendapat bahwa paha termasuk aurat, berdasarkan hadits Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu menampakan pahamu, dan janganlah kamu melihat paha orang lain atau pun orang yang sudah meninggal." (HR Abu Dawud).
3. Tidak Melalaikan dari Mengingat AllahOlahraga yang digeluti tidak boleh menyibukkan (lalai) dari berdzikir (menyebut dan mengingat) Allah Ta'ala. Nabi Muhammad SAW bersabda, " Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR Tirmidzi).
Maka termasuk adab dalam berolahraga adalah olahraga yang tidak menjadikan seseorang lalai, apalagi meninggalkan kewajiban shalat. Lalai dari dzikir kepada Allah hanya akan memberikan manfaat kesehatan kepada seseorang, tapi tidak bernilai kebaikan di sisi Allah Ta'ala.
4. Tidak menyerupai Non MuslimOlahraga yang digeluti seorang muslim tak seharusnya menyerupai non muslim seperti orang kafir dan musyrik. Ini berkaitan dengan larangan tasyabbuh yang disebutkan dalam hadits dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka." (HR Ahmad).
Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda, "Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami." (HR Tirmidzi).
5. Menjaga Etika Islam, Menjunjung SportivitasSaat seorang muslim berolahraga, maka dia harus memperhatikan etika-etika dalam Islam. Misalnya menjaga sportivitas, berlaku jujur, tidak judi, rasis, makan dan minum sambil duduk, dan lain sebagainya.
Jika olahraga dilakukan di area terbuka, maka hendaknya seorang muslim menjaga hati, pikiran, dan pandangan.
6. Mengetahui Teknis OlahraganyaSetiap jenis olahraga memiliki teknis operasional sebuah olahraga. Teknis operasional penting agar bisa diketahui olahraga itu bermanfaat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Nah, demikian adab-adab dalam berolahraga berdasarkan kitab Adab dan Akhlak Islami karya Majid Sa'ud Al-Ausyan. Semoga kita bisa terus menjaga adab islami meski sedang asyik berolahraga.
(jqf)