Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tips Jitu Jadi Ayah Sukses Meski Sibuk Bekerja

Muhajirin Rabu, 21 Juli 2021 - 17:30 WIB
Tips Jitu Jadi Ayah Sukses Meski Sibuk Bekerja
Ilustrasi ayah yang dekat dengan anaknya. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Pegiat Kekokohan Keluarga dan Islamic Parenting Ustadz Bendri Jaisyurrahman membagikan tips jitu cara menjadi ayah sukses dalam mendidik anak meski sibuk bekerja. Dia berpatokan pada pola asuh Nabi Ibrahim AS dalam mendidik anak-anaknya meski sibuk menjalankan misi tauhid.

"Meski sibuk sebagai nabi, tetap peduli kepada anak istri. Meneruskan iman dari generasi ke generasi. Pulang setahun sekali, tak berarti jadi ayah yang tak peduli. Urusan mengasuh tetap dilakoni, hingga dua dari 12 anaknya menjadi nabi," kata Ustadz Bendri, dikutip dari akun instagram @ajobendri, Rabu (21/7/2021).

Nabi Ibrahim adalah bapak para nabi. Kedua anaknya Ishaq dan Ismail, banyak melahirkan para nabi. Dari silsilah Ishaq, lahirlah Ya'qub hingga Yusuf yang memesona. Sedangkan Ismail, berabad kemudian lahirlah Muhammad SAW, manusia termulia.

Ibrahim membuktikan tanggung jawab ayah bukan sekadar mencari sesuap nasi. Melainkan juga peduli mengasuh anak bersama istri. Ibu menjalankan fungsi madrasah dan ayah kepala sekolahnya. Jadilah ayah sebagai kepala sekolah, bukan penjaga sekolah.

Inilah rahasia sukses menjadi ayah kepala sekolah:

1. Kepala sekolah bertugas menyamankan sekolah

Inilah yang dilakukan Ibrahim di awal mencari tempat tinggal untuk keluarganya. Ini diabadilan dalam surah surah Ibrahim ayat 35. Jika sekolah nyaman, murid pun belajar dengan fun. Suami harus nyamankan istri agar dia bisa asuh anak dengan hati yang gembira.

2. Punya visi misi jelas

Sebagai kepala sekolah, ayah harus punya visi misi jelas, sebagaimana termaktub dalam surah Ibrahim ayat 35-37. Ibunda Hajar sebagai ibu menjalankan tugas sesuai juklak tanpa merasa ragu. Saat kembali ke rumah, Ibrahim total menjalankan misi mengasuh. Anak sering diajak ngobrol seraya jiwa secara utuh.

3. Perintah Allah disampaikan secara santun

Perintah Allah harus disampaikan secara santun. Ini agar anak menerima nasihat tidak dengan manyun. Anak akan taat dalam kondisi apapun, seperti tertulis dalam surah As-Saffat ayat 102. Anak yang tak pernah diajak bicara, akan taat karena terpaksa. Saat lepas dari orang tua, mereka merasa merdeka. Langgar agama tak takut dosa.

"Bagaimana pendapatmu nak?" Inilah kalimat sakti seorang ayah yang hargai anaknya. Meski anak beliau tetap punya hak untuk ditanya.

4. Ayah hebat Ibrahim, cari tempat tinggal tidak main-main

Saat mencari tempat tinggal, Nabi Ibrahim lebih memilih jauh dari segala fasilitas keduniaan apapun, asalkan dekat dengan masijd tempat bernaung, Surat Ibrahim ayat 37. Sebab, jika anak terbiasa main di dekat masjid, jiwanya dekat dengan Allah Al Majid. Jika dekat dengan tempat-tempat yang tidak baik, maka jiwanya berpotensi liar. Maka, tidak boleh sembarangan cari tempat tinggal. Jika tidak, rencana pengasuhan sebaik apapun berpotensi gagal.

5. Akhlak Ibrahim juga jadi teladan

Akhlak Ibrahim juga jadi teladan. Tak berbeda antara yang dikerjakan dengan yang dikatakan. Sebelum mengajar anak, Ibrahim melakukannya lebih dulu, surah Ibrahim ayat 40-41. Anak belajar dari yang dilihat dibanding yang didengar. Lisan menyuruh untuk shalat namun ayahnya justru suka melanggar.

6. Saat jauh dari ananda tak pernah alpa mendoakan

Dengan begitu hati anak terikat sebab dijaga langsung penguasa semesta Allah SWT. Ibrahim merangkai doa dari negeri seberang dan berharap iman dalam jiwa anaknya tidak pernah hilang. Itulah yang disebut sosok ayah penyayang. Jika jarak memisahkan, maka doa yang menyatukan. Doa adalah senjata orang beriman, sekaligus rahasia kesuksesan ayah teladan.

Maka tidak ada alasan untuk abai dalam mengasuh anak hanya karena sibuk. Justru lelaki mulia diukur dari kemanfaatannya kepada keluarga. Ibrahim harus menjadi teladan bagi para ayah agar lahir generasi-generasi sekualitas Ismail.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)