LANGIT7.ID - , Riyadh - Arab Saudi kembali menerapkan langkah-langkah jarak sosial di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, setelah mencatat jumlah infeksi tertinggi dalam beberapa bulan, Kamis (30/12/2021).
Para pekerja pun kembali memasang tanda lantai, yang sebelumnya dihapus pada 17 Oktober lalu, untuk memandu orang-orang menjaga jarak sosial di dalam dan di sekitar Masjidil Haram. Aturan baru tersebut kembali mewajibkan penggunaan masker di ruang terbuka dan tertutup.
Baca juga: Akses ke Arab Saudi Dibuka, Ini Tema Khutbah Jumat soal UmrahDalam sebuah twitnya, pejabat Saudi mengumumkan aturan baru tersebut.
“Kami telah memberlakuan kembali langkah-langkah jarak sosial di semua tempat (tertutup dan terbuka), kegiatan dan acara,".
Kerajaan Arab Saudi yang memiliki populasi sekitar 34 juta orang ini telah mencatat lebih dari 554.000 kasus virus corona, termasuk 8.874 kematian, jumlah kematian tertinggi di antara negara-negara Teluk Arab. Pada hari Rabu, Saudi mencatat 744 kasus, jumlah tertinggi sejak pertengahan Agustus.
Pandemi Covid-19 sangat mengganggu ziarah Muslim, yang biasanya merupakan penghasil pendapatan utama bagi kerajaan, menghasilkan sekitar USD12 miliar per tahun.
Enam negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) - Bahrain, Kuwait, Oman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar - telah mencatat jumlah kasus baru tertinggi dalam beberapa bulan.
Meskipun memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, UEA telah mencatat jumlah infeksi terbesar di antara negara-negara Teluk dengan lebih dari 757.000.
Pada Rabu (29/12/2021), tercatat 2.234 infeksi, jumlah tertinggi sejak Juni.
Putra mahkota Emirat Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed, berusaha meyakinkan orang-orang bahwa "Sektor kesehatan UEA sepenuhnya siap dan siap untuk mengatasi tantangan apa pun", seperti dikutip dari France24.
Baca juga: KJRI Jeddah: Arab Saudi Masih Terapkan Pembatasan PergerakanUEA bersiap untuk menjadi tuan rumah perayaan Malam Tahun Baru, termasuk di Burj Khalifa, menara tertinggi di dunia. Dubai, yang sangat bergantung pada pariwisata, adalah salah satu tujuan pertama di dunia yang menyambut kembali pengunjung pada Juli 2020. Dubai juga mengandalkan pameran perdagangan Expo 2020 enam bulan untuk meningkatkan ekonominya.
(est)