LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren Badrussalam Magetan, Jawa Timur, sekaligus pakar Ruqyah Syar'iyah, Ustadz Riyadh Rosyadi, meminta umat Islam agar tidak ikut-ikutan mengadopsi boneka
spirit doll. Dia menilai boneka tersebut memiliki dampak buruk bagi akidah hingga psikologis seseorang.
"Interaksi dengan benda-benda seperti itu cepat atau lambat akan memberi dampak buruk, selain rusaknya akidah, juga secara mental dan perilaku, bahkan bisa gangguan fisik dan sosial," kata Ustadz Riyadh kepada LANGIT7.ID, Sabtu (1/1/2021).
Dia menjelaskan, adopsi boneka spirit doll bertentangan dengan syariah Islam. Ada unsur lain dalam
spirit doll yang menjadikan boneka itu seolah 'bernyawa'. Tentu ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
"Makhluk yang mudah diajak 'kerjasama' dalam urusan seperti ini adalah jin (yang fasiq). Keberadaan jin di boneka tersebut serta interaksinya dengan si pemilik pertama dan pemilik berikutnya diikat dengan semacam transaksi perjanjian," katanya.
Baca Juga: Adopsi Boneka Spirit Doll Termasuk Syirik, Dosa Tak Bisa Diampuni
Dalam proses memiliki boneka itu pun melanggaran aturan agama Islam. Ada transaksi dalam bentuk akad serah terima semacam mahar. Itu merupakan harga yang disepakati antar penjual dan pembeli. Ada pula perjanjian pemeliharaan dan perlakuan rutin kepada si jin itu.
"Bisa dalam bentuk mantera sebagai ungkapan kesetiaan dan sanjungan, dalam bentuk sesaji makanan, sesuai yang disyaratkan dalam transaksi perjanjian," kata Ustadz Riyadh.
Tak hanya itu, adopsi
spirit doll bisa meruntuhkan akidah seorang muslim. Sebab, para pengadopsi mempercayai boneka itu dapat mendatangkan keberuntungan. Kepercayaan semacam itu bisa menjerumuskan seorang muslim ke dalam syirik.
"Dan jika ditambah lagi dengan merasa sebagai boneka keberuntungan, perlindungan dan lain sebagainya, maka ini semakin tidak sesuai dengan nilai-nilai keyakinan aqidah seorang muslim," ucap Ustadz Riyadh.
Dia meminta umat Islam menjaga akidah dengan menjauhi praktik tersebut. "Sebaiknya trend yang dimunculkan (kembali) dari pihak asing (barat) seperti ini tidak diikuti oleh siapapun, karena sangat jelas menyesatkan dan memberi dampak kerugian baik dunia apalagi akhirat," tutur dia.
(jqf)