Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ponpes Al Biruni Masukkan Esport dalam Kurikulum Belajar Santri

hasanah syakim Selasa, 04 Januari 2022 - 11:32 WIB
Ponpes Al Biruni Masukkan Esport dalam Kurikulum Belajar Santri
Foto (mulai kedua dari kiri) Ketua Yayasan Amal Al Biruni Uki Marzuki, Pemimpin Redaksi Langit7 Djaka Susila, Ketua Komunitas Vector60 Teguh Fajar Prayitno, dan Edwin Riyanto. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Di zaman teknologi yang kian maju menjadikan derasnya arus informasi global mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan. Dunia pendidikan menjadi satu dari sekian banyak lini kehidupan yang terpengaruh.

Pondok Pesantren Al Biruni, Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat memberi terobosan baru bagi santrinya sebagai respon terhadap era digital. Ketua Yayasan Amal Al Biruni Uki Marzuki mengungkapkan memiliki lima konsep pesantren digital yang akan dicanangkan untuk para santrinya.

Menurut Uki, lima konsep yang terdapat dalam pesantren digital ini, pertama yang harus dikembangkan adalah soft skill. Konsep ini mengajak para santri untuk berpikir, berbicara, menulis, berperilaku, serta memahami tentang pola pikir secara digital.

Baca juga: Uu Yakinkan Masyarakat, Ponpes di Jabar Aman Terkendali

“Adapun yang kedua, perlu adanya pemahaman tentang mindset digital. Bagaimana pun tantangan digitalisasi atau hal yang berbau digital tidak akan bisa dilawan. Kita harus bisa dan mampu mengikuti tantangan zaman,” papar Uki pada Langit7.

Uki menambahkan, saat ini anak-anak muda hampir semuanya sudah bersentuhan dengan dunia digital. Terutama para santri yang memiliki hobi bermain gim online. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan dunia pendidikan, khususnya pesantren.

“Faktanya memang para santri hari ini mempunyai hobi yang tidak sama dengan santri zaman dahulu. Sekarang para santri memiliki hobi bermain gim digital atau biasa kita kenal dengan esport,” ungkap Uki.

Saat ini di pesantrennya, Uki menempatkan esport sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler. Untuk mendekatkan diri dengan dunia esport, Uki menggandeng komunitas gim yang ada di Kabupaten Cirebon, Vector60. Melalui komunitas ini pula, nantinya akan dibuat satu modul kurikulum sebagai acuan pembelajaran ektrakulikuler bagi santri di Pondok Pesantren Al Biruni.

“Tujuannya agar para santri yang mengikuti ekstrakulikuler ini bisa menguasai esport. Tentunya kami ingin mencetak santri yang bisa menjadi juara di berbagai turnamen esport yang diselenggarakan baik daerah maupun di kancah nasional hingga internasional,” ungkap Uki.

Adanya terobosan ini bisa menjadi sebuah jawaban dimana pesantren dituntut untuk ikut menciptakan ekosistem digital dalam dunia pendidikan. Kendati demikian, Uki juga menyadari akan tantangan yang bakal muncul ketika memulai digitalisasi dalam lingkungan pesantren.

Sinergi dengan komunitas-komunitas gim seperti Vector60 menjadi solusi permasalahan sumber daya manusia. Hadirnya Vector60 di pesantren Al Biruni ini bisa mengedukasi sekaligus membuka potensi santri untuk berkompetisi dalam berbagai turnamen esports.

Dengan demikian, mindset digital ini sebagai tantangan zaman haruslah dijadikan sebuah peluang. Sehingga pesantren harus melebur di dalamnya tanpa khawatir akan mempengaruhi kualitas pendidikan agama itu sendiri.

"Besar sekali tantangan yang mungkin kami hadapi, terlebih ini sebuah lembaga pendidikan agama. Dahulu pun saat membuat film dianggap tabu bahkan hal tersebut diharamkan,"ungkap Uki.

Namun, Uki yakin pesantren digital ini akan berjalan dan berkembang menjadi besar. Menurut Uki, dengan niat dan keyakinan bisa menjadi kekuatan untuk melangkah. Sehingga ia mampu mewujudkan pesantren digital untuk generasi saat ini.

"Hari ini kita berada di era digital, pesantren digital akan berkembang dengan pesat karena hal itu menjadi kebutuhan sesuai yang kita lihat bahwa anak-anak milenial tidak bisa lepas dengan dunia digital,"ungkapnya.

Konsep ketiga, yang akan diberikan dari pesantren digital yakni hard skill. Dimana nantinya dalam pesantren digital akan disediakan beragam kelas yang menunjang para santri untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.

“Pesantren digital kami memfasilitasi para santri dengan berbagai kelas, ada kelas akting, public speaking, master of ceremony (MC), juga ada kelas menulis digital, fotografi, konten kreator, podcast, film pendek, vlog, kelas editing, dan kelas media sosial seperti youtube, dan lain-lain,”ujar Uki.

Selain itu, secara khusus ada juga kelas untuk esport atau gim online untuk para santri sebagai salah satu ektrakulikuler di pesantren. Menurut Uki, semua itu nanti akan menjadi pilihan para santri di pesantren yang berbasis digital.

“Keempat, kami akan menyediakan sarana dan prasarana untuk para santri seperti studio, dan alat-alat podcast. Studio ini bisa ada dua, studio alam di mana pesantren biasanya memang memiliki lahan atau alam yang terbentang di sekitar pesantren yang digunakan untuk pembuatan video atau film,” jelas Uki.

Selain studio alam, pihak pesantren juga menyediakan studio indoor yang bisa digunakan untuk membuat konten podcast, akting, media sosial dan sebagainya.

Baca juga: Belajar Tahfidz Quran Gratis di Ponpes Darul Huffadh Bone

“Kemudian kami juga menyediakan kelas sebagai sarana pembelajaran berbasis digital, semacam laboratorium digital. Alat-alat yang digunakan pun dimulai dari alat yang sederhana hingga canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Menurut Uki, yang terakhir dalam konsep pesantren digital ini yaitu pembelajaran virtual reality academy. Atau sebuah pelatihan bagi santri tentang virtual reality, transfer teknologi, serta bagaimana para santri diberikan pelatihan dalam penggunaan kamera 360 dan lainnya.

“Di masa pandemi seperti saat ini virtual reality akan menjadi satu pilihan pembelajaran yang cukup efisien, karena dengan alat VR ini seseorang yang menggunakan alat ini bisa mengetahui banyak hal tentang pengetahuan yang dia cari,” terang Uki yang berharap cita-cita dan harapannya bisa terealisasi secepatnya.

“Kami berharap kurikulum yang nanti disampaikan kepada santri tidak memberatkan anak-anak santri. Sehingga niat mereka untuk menimba ilmu tidak terkurangi walaupun diberi pelajaran yang baru di bidang digital ini,” tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan