Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita
Wawancara Khusus

Sambut 2022, Industri Asuransi Syariah Siap Tebar Jaring Lebih Besar

mahmuda attar hussein Rabu, 05 Januari 2022 - 13:25 WIB
Sambut 2022, Industri Asuransi Syariah Siap Tebar Jaring Lebih Besar
ILustrasiindustri asuransi syariah. Foto: AASI
Langit7, Jakarta - Ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) syariah terbukti mampu tumbuh di tengah krisis pandemi Covid-19 sepanjang 2021. Hal itu membuat pemerintah gencar menjadikan segala bagian di dalamnya untuk bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pertumbuhan itu juga dialami oleh industri keuangan non bank, yakni asuransi syariah. Di mana industri ini mampu mencatatkan asetnya sebesar Rp43,59 triliun.

Angka itu menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,43 persen dari periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp43,02 triliun.

Angka kenaikan itu menunjukkan potensi dari asuransi syariah yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga diharapkan dapat tumbuh lebih besar di tahun ini.

Baca juga: Pertumbuhan Lambat, OJK Dorong Asuransi Syariah Tingkatkan SDM dan Literasi

Lantas bagaimana dengan target dan torehan capaian terkait perkembangan industri syariah di Tanah Air? Berikut ini adalah wawancara khusus Reporter Langit7, Mahmuda Attar, kepada Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Tatang Nurhidayat :

Bagaimana perkembangan asuransi syariah sepanjang 2021?

Alhamdulillah, perkembangan industri asuransi syariah pada 2021 cenderung stabil dan positif, jika dilihat dari seluruh kunci indikator yang mengalami pertumbuhan secara perlahan.

Peningkatan total aset disumbang oleh kenaikan pendapatan kontribusi bruto pada November 2021. Kenaikan itu tercatat sebesar Rp21,29 triliun atau mengalami pertumbuhan siginifikan 38,47 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2020, sebesar Rp15,37 triliun.

Porsi keduanya didominasi oleh asuransi jiwa, dilanjutkan asuransi umum dan reasuransi.

Baca juga: Mengenal Asuransi Syariah, Ada Kaitan dengan Ikhtiar dan Takdir

Disisi lain, pembayaran klaim bruto industri asuransi syariah per November 2021 juga mengalami peningkatan sebesar 61,22 persen atau senilai Rp18,57 triliun. Di mana pada periode yang sama tahun 2020 tercatat Rp 11,52 triliun.

Meskipun peningkatan klaim di tahun 2021 cukup tinggi, hal ini bersifat insidental atau tidak selalu konsisten. Kami menilai, pertumbuhan klaim saat ini juga dapat menunjukan konsistensi pembayaran klaim dan manfaat dari perusahaan asuransi syariah.

Hal ini merupakan bukti komitmen industri asuransi syariah dalam prinsip perlindungannya sesuai dengan syariah.

Literasi sempat menjadi tantangan tersendiri, bagaimana asosiasi mengatasi tantangan itu?

Survey OJK (2019) menunjukkan literasi keuangan syariah di Tanah Air masih di angka 8,93 persen. Ini memang masih sangat rendah, karena untuk inklusi keuangan syariah nasional masih di angka 9,1 persen.

Untuk meningkatkan literasi asuransi syariah ini, bukan saja tugas dari tenaga pemasar, perusahaan asuransi syariah, ataupun asosiasi.

Akan tetapi juga butuh peran aktif serta kerja sama dari regulator, pemerintah serta lembaga syariah terkait, seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), serta Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Baca juga: MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (10) | Ketua AASI: Memecah Double Trouble Asuransi Syariah

Untuk itu kami mengajak kepada seluruh pihak terkait di industri perasuransian syariah agar saling bersinergi dan bekerja sama demi meningkatkan literasi asuransi syariah secara nasional pada 2022 ini.

Bagaimana Anda menilai angka pertumbuhan industri asuransi syariah?

Dari segi pertumbuhan sudah cukup agresif. Namun secara jumlah, memang terlihat lamban. Hal ini dikarenakan lembaga keuangan syariah yang masih kecil dan terbilang baru, jika dibandingkan dengan lembaga keuangan non syariah.

Termasuk dari segi kapasitas permodalan, SDM, mau pun literasi. Namun, persentase pertumbuhan kinerja asuransi syariah cukup bagus di 2021, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Apa target dari pihak asuransi syariah yang belum tercapai di sepanjang 2021?

Kondisi pandemi Covid-19 membuat para pelaku industri mengalami gerak terbatas. Berbagai program literasi dan edukasi perasuransian syariah ke tengah masyarakat, akhirnya hanya dapat dilakukan secara virtual.

Baca juga: Wapres Targetkan Asuransi Syariah Tuntas Lakukan Spin Off pada 2024

Tentu dengan fenomena ini jangkauan dan pilihan kegiatan menjadi terbatas, sehingga untuk bergerak ke komunitas tertentu cukup sulit diakses. Di tahun 2022 ini, kita berdoa semoga kondisi Tanah Air semakin membaik, seiring dengan program pemerintah dalam menanggulangi pandemi, sehingga kita bisa lebih bebas lagi melakukan pergerakan.

Bagaimana cara pihak asuransi syariah mengejar target capaian tersebut di tahun 2022 ini?

Jika memungkinkan, kami berencana masuk ke pelosok. Tujuannya, menjangkau berbagai komunitas tradisional yang saat ini juga tengah berkembang pemahaman keagamaannya dan kecenderungan untuk bersyariah itu semakin meningkat.

Intinya, yang mesti dikejar terlebih dulu adalah pemahaman masyarakat terhadap asuransi syariah. Nanti dengan sendirinya apa yang menjadi harapan kita akan tercapai.

Apa saja target asuransi syariah tahun 2022?

Target utama kita adalah bagaimana kesehatan dan kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat terpenuhi. Management risiko, peningkatan kualitas SDM dan literasi menjadi lebih baik.

Selain itu, pertumbuhan kinerja industri asuransi syariah diharapkan bisa terjaga, bahkan bisa lebih berkembang lagi di tahun 2022 ini.

Adakah program yang telah disiapkan untuk tahun ini?

Program industri syariah pada 2022, masih berkaitan dengan peningkatan literasi dan inklusi asuransi syariah. Rencananya, industri asuransi syariah akan masuk ke pesantren serta ormas Islam, yang memang menjadi segmen dari asuransi syariah itu sendiri dari segi manajemen risiko.

Harapan kami tentunya asuransi syariah lebih diterima, sehingga nuansa syariahnya lebih ketara dan lebih terlihat di semua aspek. Sebab, cukup aneh rasanya, jika di pesantren dan ormas Islam lebih memilih asuransi non syariah ketimbang yang syariah.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)