Langit7, Jakarta - Masyarakat harus
move on dari segala krisis akibat pandemi Covid-19 yang memukul keras berbagai sektor, salah satunya perekonomian.
Pandemi menyebabkan kerugian bagi para pelaku usaha, dan menyebabkan sebagian lainnya harus kehilangan pekerjaan.
Untuk itu, masyarakat perlu menyiapkan diri demi bisa beradaptasi dengan situasi, sekaligus menyambut tahun baru masehi 2022 yang tinggal hitungan jam. Hal itu penting dilakukan demi dapat bersaing di sektor perekonomian dan penyesuaian kerja di era normal baru.
Setidaknya, pandemi telah mempengaruhi dan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat. Hal itu juga turut berimbas pada sektor perekonomian, baik dunia usaha mau pun skill yang dibutuhkan dalam era normal baru.
Baca juga: Wapres: Aspek Halal dan Inovasi Jadi Pengantar Keberhasilan BisnisBerikut ini adalah beberapa peluang usaha dan skill yang dibutuhkan perusahaan di era normal baru 2022.
Event Organizer WebinarEvent organizer (EO) bisa diartikan sebagai bisnisym yang bergerak di bidang jasa, khususnya untuk gelaran sebuah acara.
Di era pandemi lalu,
webinar atau seminar online menjadi yang paling sering digunakan. Sebab, kegiatan ini dapat menekan angka penularan Covid-19, karena mempertemukan pemateri dan peserta dalam sebuah jaringan (online)
Webinar diyakini masih menjadi pilihan pada 2022 mendatang, mengingat varian omicron juga masih cukup dikhawatirkan.
Peran dan jasa EO ini penting dalam sebuah kegiatan webinar. Apalagi, biasanya penyelenggara cukup disibukkan dengan kegiatan lain dan tidak memiliki waktu untuk mempersiapkannya secara keseluruhan.
Baca juga: Industri Kosmetika Berkinerja Baik saat PandemiJadi bisnis ini cukup menjanjikan ke depan. Terkait bayaran, bisa disesuaikan dengan skala acara webinar yang digelar, dan kesepakatan dengan klien.
Videografi dan EditorPandemi menyebabkan banyaknya angka usia produktif yang harus kehilangan pekerjaan. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah mendorong masyarakat, terutama generasi usia produktif untuk bisa memanfaatkan sektor ekonomi kreatif.
Salah satunya dengan mengandalkan konten kreatif. Biasanya, konten ini berisi vlog, tutorial, dan hal unik lainnya, yang diunggah ke platform media sosial.
Dari situ, konten kreator bisa menarik iklan untuk masuk dan mendapatkan cuan. Hal itu juga juga turut diadaptasi oleh banyak perusahaan demi mempromosikan produk atau pun sekadar berbagai informasi.
Sehingga, diyakini videografi dan editor akan cukup banyak dicari pada 2022 mendatang. Mengingat masyarakat juga mulai bertransformasi digital dalam kegiatan mereka sehari-hari.
Gim onlineGim menjadi pelarian masyarakat semasa pandemi Covid-19. Hal itu menyebabkan industri gim mengalami pertumbuhan sebesar 4,47 persen, terhitung pada pertengahan tahun lalu (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).
Baca juga: Inovasi Pakan Fermentasi, Sukses Bisnis Ternak Berkualitas UnggulTerlebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia, aplikasi dan permainan (gim) pada 2020 menempati posisi ke-7 penyumbang terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif Indonesia. Dengsn nominal sebesar Rp24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional.
Angka itu menunjukkan pertumbuhan signifikan dari industri gim di tengah krisis ekonomi akibat pandemi.
Selain itu, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari gim. Di antaranya seperti menjadi pengembang gim, jasa top up, joki, dan lainnya.
Itulah beberapa peluang bisnis dan skill yang diyakini bakal banyak dicari pada 2022 mendatang. Tidak ada salahnya Sahabat Langit7 untuk mencoba meramaikan peluang yang ada di sektor tersebut. Semoga bermanfaat.
(zul)