LANGIT7.ID - , Jakarta - Awal tahun 2022, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan munculnya wahana berkonsep ngopi di atas atas awan atau dengan nama Ngopi In The Sky yang berlokasi di Teras Kaca Pantai Nguluran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, selang beberapa hari wahana ini dikabarkan tutup lantaran diduga cacat administrasi.
CEO Teras Kaca, H. Nur Nasution membantah hal tersebut. Ia mengatakan wahana ini hanya diberhentikan sementara waktu mengingat masih ada beberapa administrasi yang tengah diselesaikan.
Baca juga: Candi Sambisari Yogyakarta, Wisata Candi Minimalis di Bawah Tanah"Bukan ditutup, itu istilahnya untuk sementara. Karena ada beberapa administrasi yang sedang kami selesaikan. Kemarin itu masa uji coba aja, tapi uji coba kami sudah 95 persen, nah keburu viral. Jadi pemerintah bilang urus administrasinya dulu," kata Nur saat dihubungi Langit7, Sabtu (8/1/2021).
Uji coba wahana ini dimulai sejak minggu lalu dan rencananya akan berlangsung selama satu bulan. Namun, karena kendala administrasi, wahana Ngopi in The Sky terpaksa harus dihentikan sementara.
"Pemerintah menyarankan jangan dulu dibuka untuk umum karena masih uji coba. Sekalian lengkapi dokumen-dokumennya dulu. Kita harapkan segalanya lancar. Targetnya seminggu dua minggu kita aktifin lagi. Nanti kita umumkan pokoknya," ucap Nur melalui sambungan telepon.
Terkait keamanan, Nur memastikan wahana Ngopi In The Sky dibuat dengan peralatan yang sangat aman. Peralatan yang digunakan adalah crane digital edisi terbaru.
"Satu sling itu ada empat titik gondolan. Satu titik terdiri dari dua sling. Nah, satu slingnya itu untuk empat ton. Jadi, satu titik gondolan itu bisa untuk empat ton, dikali empat titik jadi 32 ton. Nah beban gondolan cuma tiga ton, ya bayangin aja dari 32 ton yang di angkat cuma tiga ton kecil sekali kan," jelasnya.
Untuk jumlah penumpang, wahana ini sanggup menampung hingga 20 orang. Lalu, didalamnya juga tersedia peralatan keamanan lainnya yang berstandar internasional.
"Satu kali naik 20 orang dengan seatbelt yang terdiri dari lima titik yang sangat aman. Jadi, dari dada dua, samping kaki dua, kemudian dari selangkangan satu, jadi ada lima titik. Kita standar internasional lah," imbuhnya.
Nur juga mengatakan terkait asuransi pihak mereka juga telah mempersiapkannya. Namun begitu, Nur memberi saran bagi peminat wahana ini untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatannya terlebih dulu.
Baca juga: Menilik Potensi Wisata Sibolga Kota Asal Teri Medan"Untuk yang naik batas umurnya 15 tahun keatas. Selain itu, yang ikut wahana ini juga harus sehat jasmani maupun rohani. Tidak punya penyakit seperti jantung dan lainnya yang mengakibatkan ketika naik diatas terjadi hal yang tidak dinginkan. Tapi, kalau untuk wahana kami pasti aman, cuma lebih baik kita saranin jangan," jelas Nur.
Konsep Ngopi In The Sky ini sendiri dibuat dengan tujuan agar lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang pada dasarnya menyukai kopi. Selain, itu agar wahana ini mudah diingat. Ngopi In The Sky sendiri merupakan salah satu wahana yang terdapat pada Teras Kaca, dari sekian banyak wahana yang dimiliki.
(est)