Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wisata halal detail berita

Kemenparekraf dan Jejak.in Upayakan Sektor Pariwisata Berkelanjutan

mahmuda attar hussein Ahad, 09 Januari 2022 - 17:30 WIB
Kemenparekraf dan Jejak.in Upayakan Sektor Pariwisata Berkelanjutan
Ilustrasi pariwisata berkelanjutan. Foto: Kemenparekraf
Langit7, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya untuk menciptakan sektor pariwisata berkualitas yang berkelanjutan.

Upaya itu dibarengi kerja sama dengan Jejak.in, untuk sekaligus meluncurkan aplikasi Carbon Footprint Calculator dan Offsetting.

Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam menyeimbangkan nilai emisi yang dihasilkan, yaitu melalui penyerapan jejak karbon demi mencegah dampak buruknya pada iklim.

Baca juga: Menyusuri Wisata Halal Museum Tsunami Aceh

Langkah itu dilakukan sekaligus dalam rangka penguatan reputasi pariwisata jelang Presidensi G20. Selain itu, juga sebagai upaya monitoring carbon-offset menuju skema carbon trading, di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif harus intended, bahwa isu lingkungan menjadi isu utama kita. Kita pastikan gerakan ini menjadi gerakan nasional yang mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim dan mencapai pembangunan berkelanjutan," ujar Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, saat peluncuran Showcase Carbon Footprint Calculator dan Offsetting, Jumat (7/1).

Dia berharap, program CFPC, dapat meningkatkan nilai reputasi dan kepercayaan publik pada sektor pariwisata, serta menguatkan gerakan climate friendly tourism.

Baca juga: Menengok Taiwan, Negara di Asia Timur yang Ramah Muslim

Dari data yang ada, lanjut Sandiaga, industri pariwisata secara global menyumbang delapan persen dari emisi karbon dunia. Untuk itu, pihaknya mengajak wisatawan untuk memperhatikan jejak karbon (carbon footprint) saat berwisata, demi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

"Keberlanjutan ekonomi dan kelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan itu adalah satu kaitan nada, dan ini sesuai dengan tren pariwisata personalized, customized, localize, dan smallers impact," ujarnya.

Sementara itu, CEO Jejak.in, Arfan Arlanda berharap inisiatif tersebut dapat mengatasi isu perubahan iklim dan capaian target emisi di Indonesia.

"Semoga inisiatif ini bisa diimplementasikan ke seluruh industri pariwisata, sehingga memberikan dampak besar untuk di Indonesia," ujarnya.

Sebagai informasi, program CFPC dapat diakses pada laman Indonesia.travel Kemenparekraf. Pada fase awal, upaya penyerapan karbon dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk menambah jumlah pohon di lingkungan sekitar.

Baca juga: Wahana Ngopi in The Sky Baru Buka sudah Ditutup, Apa Masalahnya?

Pohon yang terkumpul akan ditanam di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (Jakarta), Konservasi Mangrove Pesisir Bedono (Demak), dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, (Kalimantan Timur).

Nantinya, pohon yang telah terkumpul dan ditanam, akan dijaga melalui proses pemantauan oleh Mitra Konservasi Kemenparekraf dan Jejakin, yaitu LindungiHutan. Pemantauan pada penanaman dan pertumbuhan pohon akan dilakukan secara berkala dengan menggunakan sistem pelaporan dari Jejak.in.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)