Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Berbisnis

mahmuda attar hussein Jum'at, 23 Juli 2021 - 01:00 WIB
Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Berbisnis
Ilustrasi nasehat Nabi Muhammad bagi ummat dalam berbisnis. Foto: Langit7/antara
LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad SAW diutus sebagai khalifah di bumi, selain untuk menyebarkan agama tauhid, ia juga menjadi uswatun hasanah, atau teladan yang baik kepada ummatnya dalam semua urusan. Salah satunya dalam urusan perniagaan, Rasulullah dikenal juga sebagai pedagang cerdas yang sukses.

Sebagai uswatun hasanah, masyarakat perlu menjadikan Nabi SAW sebagai panutan dalam urusan perniagaan mereka. Pasalnya, kiprah Rasulullah sebagai pedagang sukses bisa dijadikan motivasi dan inspirasi dalam sebuah usaha atau bisnis.

Berikut adalah beberapa hal, termasuk tips dan sifat yang bisa ditiru dari Rasulullah dalam urusan perniagaan.

Kejujuran

Ustadz Somad dikanal Youtube Mustika Islam menjelaskan, Nabi Muhammad selalu mengedepankan kejujuran dalam setiap urusannya, termasuk berdagang. Sifat jujur ini yang membuat Nabi Muhammad SAW sukses dalam berdagang, karena menciptakan kepercayaan kepada para pelanggannya melalui kejujuran.

Menurutnya, pasar saat ini juga telah mengadopsi cara dagang ala Rasulullah. Dalam sebuah produk tertera sebuah harga yang berbeda tergantung dari kualitas barang itu sendiri.

“Dulu kalau disebutkan barangnya jelek mana ada orang mau beli. Sekarang banyak dipraktikkan, contoh jual mangga impor sekian, mangga lokal harganya sekian, mangga manis tapi sedikit busuk harganya sekian, itulah yang laku. Adapun orang yang tidak jujur, mencampur buah manis dengan yang busuk, begitu pelanggan beli sekali, huwal awwalu wal akhiru, itu yang pertama dan terakhir, tobat belanja di situ lagi,” katanya.

Sehingga dari kejujuran ini, kepercayaan pelanggan akan terbangun. Selain itu, akan menciptakan loyal konsumen terhadap toko dan barang dagangan. Inilah yang akan menyebabkan usaha bisa semakin berkembang dan sukses.

“Niat baik harus dikedepankan, kalau nanti dapat untung disisihkan untuk zakat, bantu anak yatim, fakir miskin, sisa keuntungannya itu nanti digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan memutarkan kembali sebagai modal,” jelasnya.

Produk Berkualitas Bagus

Dilansir zakat.or.id, Nabi Muhammad SAW selalu menjajakan produk dagangan dengan kualtias yang bagus. Ia juga tidak pernah menjual barang kualitas buruk atau cacat.

Jika memang ia menemukan kecacatan pada produk dagangnya, Nabi Muhammad SAW selalu berkata jujur dan menjelaskan kepada pembelinya terkait kekurangan dari produk dagangnya. Ia secara terus terang menjelaskan terkait kelebihan dan kekurangan dari dagangannya.

Dari Ibnu Majah, Uqbah bin Amir pernah mendengar Rasulullah berkata: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan.” (HR. Ibn Majah).

Amanah dan Fatonah

Rasulullah memiliki sifat amanah yang bisa dipercaya, juga fatonah yang merupakan kecerdasan yang dimilikinya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa kejujuran dalam soal perniagaan tetap bisa meraih kesuksesan.

Kedua sifat Rasulullah ini bisa terlihat saat ia menjadi kafilah dagang Khadijah. Ia tidak menjadikan kesempatan itu sebagai aji mumpung untuk mengubah harga jual di pasar. Bahkan dengan kecerdasannya, bisnis Khadijah semakin berkembang dan memperoleh laba yang meningkat pesat saat di tangan Rasulullah.

Zakat

Ummat Islam diharuskan untuk mengeluarkan zakat 2,5 persen apabila perniagaan telah mencapai nisab atau batas minimum berzakat. Zakat fitrah, wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sementara zakat mal baru diwajibkan pada bulan berikutnya.

Lebih lanjut, dalam urusan niaga juga ditetapkan zakat perdagangan yang perlu dilakukan. Dilansir baznas.go.id, zakat perdagangan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga. Sementara harta niaga merupakan aset yang diperjualbelikan dengan maksud mendapatkan keuntungan.

Dalam hal ini, ada dua motivasi yang terkandung di dalamnya, yakini motivasi bisnis atau jual-beli dan motivasi perolehan keuntungan.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).

Sebagian dari harta yang diperoleh tersimpan juga hak untuk mereka yang membutuhkan. Mengikuti suri teladan Rasulullah dengan membayar zakat juga perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan ketenangan hati.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)